Beranda Medsos Heboh Rencana Menteri Pertanian akan Memproduksi Kalung Anti-Corona

Heboh Rencana Menteri Pertanian akan Memproduksi Kalung Anti-Corona

232
BERBAGI
Mentan Syahrul Yasin Limpo dan Menteri PUPR Basoeki Hadimoeljono pada konferensi pers di Kantor Kementerian PUPR, Jumat (3/7/2020).

TERASLAMPUNG.COM — Dalam dua hari terakhir, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menjadi perbincangan hangat di media sosial. Berita tentang rencana dia untuk mencetak kalung anti virus corona pun menjadi viral di media sosial. Bukan sambutan positif yang didapat, ide Menteri Syahrul justru banyak mendapatkan ledekan atau bahan bercanda di media sosial.

Ihwal kalung anti corona diungkapkan Syahrul Yasin Limpo dalam sebuah konferensi melalui video di Kantor Pekerjasaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jumat (3/7/2020.

Di video berdurasi 24 menit yang diunggah akun Youtube Kementerian Pertanian itu, awalnya Menteri PUPR Basoeki Hadimoeljono yang banyak berbicara. Pada beberapa detik akhir menit ke-18, seorang wartawati yang penasaran dengan benda menyerupai kartu nama yang dikalungkan di leher Menteri Syahrul Yasin Limpo bertanya benda apa yang dikalungkan di leher Menteri Syahrul.

Menteri Syahrul pun kemudian menjelaskan bahwa itu adalah kalung anti virus corona hasil pengembangan Litbang Kementan. Syahrul mengaku Kementerian Pertanian sedang mengembangkan kalung antivirus berbahan atsiri atau eucalyptus yang diklaim mampu membunuh virus influenza hingga virus corona.

“Kami yakin bulan depan (Agustus) bisa dicetak massal… kalung antivirus tersebut merupakan hasil penelitian Badan Litbang Kementerian Pertanian,” kata Syahrul.

Syahrul mengatakan Balitbang Kementan telah melakukan penelaahan terhadap 700 jenis pohon kayu putih. Satu di antaranya diklaim terbukti membunuh virus corona.

Menurut Syahrul, jika kalung ini dipakai 15 menit, keberadaannya bisa melumpuhkan 42 persen virus corona. Sedangkan bila dikenakan lebih lama, yakni 30 menit, kalung bisa mematikan 80 persen virus corona dalam tubuh.

Selain kalung, Kementerian Pertanian menciptakan produk lainnya seperti roll on. “Kalau kita berdarah, cukup dioles. Reumatik juga bisa,” tuturnya.

Kepala Badan Litbang Pertanian Fadjry Djufry mengatakan kalung antivirus tersebut bukan merupakan obat oral maupun vaksin. Namun, ia mengklaim, berdasarkan penelitian, eucalyptol dapat berpotensi mengikat protein Mpro sehingga menghambat replikasi virus.

“Manfaat tersebut dapat terjadi karena 1,8 cineol dari eucalyptus–disebut eucalyptol–dapat berinteraksi dengan transient receptor potential ion chanel yang terletak di saluran pernapasan,”katanya.

Ide memproduksi kalung anti-virus corona itu pun makin menjadi pembicaraan hangat di mesdos, Minggu (5/7/2020.

Wartawan dan penulis Zaenuddin HM, misalnya, di akun Facebook menulis: “Ini negeri apa ya? Menteri Pertanian mempromosikan Kalung Anti Korona.”

Sambil menyertakan tautan berita media daring, dosen FISIP Unila Ari Darmastuti menulis: Kenapa jadinya begini pak? Saking takutnya kena marah terus begini jadinya?

Berbeda dengan Zaenudin dan Ari Darmastuti yang melontarkan pertanyaan retoris, Mila Nuh di akun Facebook miliknya menulis dengan nada bercanda: Aku lagi riset bahan2 pempek sebagai anti virus C19. Kalo makan lenjer, 50% virus mati. 1 kapal selem, 100% virus tenggelem.

Sejauh ini belum ada penjelasan lebih lanjut dari Kementerian Pertanian terkait kehebohan video rencana produksi kalung yang mengandung atsiri dan diyakini bisa mengusir Covid-19 tersebut.

Loading...