Beranda Medsos Trending Heboh Tagar BlokirJokowi dan Berita Pendiri Telegram Mengaku Salah

Heboh Tagar BlokirJokowi dan Berita Pendiri Telegram Mengaku Salah

219
BERBAGI
Pendiri aplikasi Telegram, Pavel Durof (Foto: Instagram)

TERASLAMPUNG.COM —Pemblokiran aplikasi  Telegram oleh Menteri Komunikasi dan Informatika menuai protes warganet. Selain ribuan sindiran dan hujatan lewat status di Facebook, pemblokiran Telegram disertai dengan ancaman pemblokiran media sosial lainnya itu juga memicu munculnya tagar (hashtag) #BlokirJokowi di Twitter.

Sejak Telegram diblokir pada Jumat (14/7/2017), hingga Minggu (16/7/2017) Twitter dibanjiri tagar #BlokirJokowi cengan cuitan yang pada umumnya menyindir dan menghujat Presiden Jokowi.

Beberapa pemilik akun Twitter yang rajin menghujat diragukan keaslikan identitasnya. Indikasinya: tidak memakai fotonya sendiri untuk gambar profil. Salah satu pemilik akun yang rajin mencuit dengan tagar #BlokirJokowi memakai nama Raden Ngabehi (R.Ng) yang disingkat.

Ocehan dan kritik terhadap pemerintah itu perlahan mereda ketika muncul berita di detik.com dengan judul “Panik Diblokir Indonesia, Pencipta Telegram Akui Salah” (Minggu, 17 Juli 2017).

Berita dengan data kuat dan bahasa yang runtut itu tampak tidak sebanding dengan data dan bahasa yang disampaikan para pendukung tagar#BlokirJokowi.

Berita detik.com itu berisi tentang pengakuan Pavel Durov, pendiri layanan Telegram, yang mengakui bahwa pihaknya bersalah terkait pemblokiran yang dilakukan pemerintah Indonesia.

Dalam berita itu disebutkan bahwa Pavel Durov tidak tahu bahwa Kementerian Kominfo sudah beberapa kali menghunginya terkait keberatan pemerintah Indonesia karena Telegram dipakai untuk memperlancar aksi terorisme.

Pada salah satu bagian detik.com menulis:

Pria asal Rusia itu pun menyesalkan, permintaan dari pemerintah Indonesia untuk menutup channel terorisme yang ada di Telegram tak cepat-cepat diproses. Ia juga mengklaim tak langsung mendapatkan laporan dari timnya begitu ada permintaan dari Kominfo.

“Sayangnya, saya tidak sadar akan permintaan itu, yang menyebabkan miskomunikasi dengan kementerian,” ujarnya lewat channel resmi Durov di Telegram, seperti dikutip detikINET, Minggu (16/7/2017).

Judul berita detik.com itu pun kemudian menjadi trending di Twitter dan menyaingi tagar #BlokirJokowi. Hal itulah yang kemudian memicu seorang netizen yang juga ahli teknologi dan media sosial, Ismail Fahmi, membuat ulasan dengan “Memahami TT: Pencipta Telegram Akui Salah”.

Dalam ulasannya pendiri Media Kernels Indonesia itu menjelaskan bagaimana judul berita detik.com bisa menjadi trending topik.

Dewi Ria Angela/B. Satriaji