Beranda News Internasional Heboh Telur di Jatim Mengandung Dioxin, Ini Reaksi Australia Soal Ekspor Sampah

Heboh Telur di Jatim Mengandung Dioxin, Ini Reaksi Australia Soal Ekspor Sampah

168
BERBAGI
Sebagian sampah yang ditemukan di tepi Sungai Brantas memiliki label
Sebagian sampah yang ditemukan di tepi Sungai Brantas memiliki label "Made in Australia". (Kiriman: Fully Syafi @abcnews)

TERASLAMPUNG.COM — Pemerintah Australia berjanji  akan melarang sampah plastik, kertas bekas, ban serta kaca bekas dan menjadikan proses daur ulang yang bertanggungjawab sebagai prioritas.

Pernyataan pihak Departemen Lingkungan Hidup dan Energi itu terkait dengan ekspor sampah dari Australia yang tercemari bahan limbah berbahaya. Sampah asal Australia itu antara lain diekspor ke Jawa Timur. Salah satunya dimanfaatkan untuk bahan bakar pengolahan tahu.

Sampah impor dari berbagai negara termasuk Australia kembali jadi sorotan menyusul temuan telur ayam yang tercemari limbah berbahaya di dua desa di Sidoarjo, Jawa Timur.

Sebuah LSM bernama International Pollutants Elimination Network (IPEN) merilis laporan mengenai telur ayam kampung di dekat pembuangan sampah yang terbukti tercemar dioksin dalam kadar sangat tinggi dari limbah sampah impor.

Dioksin merupakan polutan organik persisten yang secara ilmiah diidentifikasi sebagai “bahan kimiawi paling berbahaya dan beracun di muka bumi”.

Bahan kimiawi ini telah dikaitkan dengan kelahiran cacat pada bayi serta penyakit Parkinson.

Menurut laporan IPEN, ekspor limbah plastik tidak hanya menghasilkan polusi di sekitar lokasi pembuangan di Jatim, tapi juga mencemari rantai makanan dalam “konsentrasi berbahaya”.

LSM ini melakukan pengujian laboratorium pada telur ayam kampu di Desa Tropodo dan Bangun, yang merupakan kawasan pembuangan sampah plastik impor dari Amerika Serikat, Inggris, dan Australia.

Mereka menemukan kandungan dioksin dalam satu telur ayam 70 kali lebih tinggi daripada yang dapat ditoleransi menurut ketentuan Otoritas Keamanan Pangan Eropa.

“Itu artinya Anda tidak akan langsung jatuh sakit setelah makan telur tersebut,” kata pakar toksilogi Dr Lee Bell, yang turut menulis laporan IPEN.

“Tapi jika Anda mengkonsumsi telur-telur itu selama periode tertentu, risiko Anda terkena kanker, gangguan endokrin, gangguan sistem kekebalan tubuh dan lainnya, meningkat secara dramatis,” jelasnya kepada ABC.

Tingkat dioksin yang ditemukan dalam sampel telur ayam di Jatim itu menjadi salah satu yang terburuk di Asia.

Kontaminasi telur ayam terburuk ditemukan pada sampel telur dari Bien Hoa di Vietnam, yang sangat terkontaminasi oleh Agen Oranye yang digunakan militer AS selama perang.

Menurut data Biro Statistik Australia (ABS), Indonesia saat ini menjadi tempat pembuangan sampah kertas dan plastik Australia terbesar kedua sejak China melarang impor sampah tahun lalu.

Laporan sejumlah LSM pada Juni lalu menyebutkan sampah plastik impor yang masuk ke Indonesia meningkat dua kali antara 2017 dan 2018.

Dan menurut ABS, Australia mengekspor 728 kiloton sampah selama periode Juli 2017 dan Juli 2019.

Meski tak gampang melacak sumber sampah plastik impor begitu di Indonesia, namun menurut Dr Bell, pihaknya menemukan label “Made in Australia” di lokasi.

“Sangat jelas material itu yang datang dari negara seperti Australia, berakhir di lahan Indonesia, baik dengan cara dibakar di tempat terbuka atau dikirim ke pembakaran,” katanya.

Tumpukan sampah plastik yang tak lagi bisa didaurulang karena berbagai faktor termasuk karena tercemari limbah, biasanya kemudian dijual ke pabrik pembuatan tahu untuk dijadikan bahan bakar.

ABC News

Loading...