Beranda Kolom Sepak Pojok Heboh Viral Video Siswa Melecehkan Gurunya

Heboh Viral Video Siswa Melecehkan Gurunya

136
BERBAGI
Shobirienur Rasyid

Viralnya video yang disebar dari sebuah kelas sekolah di Kabupaten Gresik Jawa Timur pada 9 Februari 2019, sungguh-sungguh mempermalukan. Mempermalukan generasi muda, mempermalukan sekolah, mempermalukan pendidikan-formal, mempermalukan predikat Gresik yang religius, dan mempermalukan Indonesia di mata dunia.

Dalam tayangan itu, seorang guru –konon guru honorer pada sebuah sekolah yang dikelola oleh Persatuan Guru Republik Indonesia– dilecehkan oleh siswa sekelas: merokok seenaknya, menjadikan guru sebagai bulan-bulanan, merekamnya dalam tayangan video, dan kemudian mempublikasikannya. Astaghfirullaah….

Bencana apakah yang akan kalian alami dengan kelakuan kalian yang mencoreng dunia pendidikan? melecehkan guru yang harusnya kalian muliakan, karena telah memberi kalian ilmu?

Begitu tersebar di ruang guru sekolah pada satu sekolah di Jakarta, saya segera mengkonfirmasi kebenaran video viral itu. Saya hubungi sahabat guru di Gresik, dan saya minta penjelasannya. Sahabatku menulis untukku, “Info awal karena siswa merokok di kelas, lalu ditegur tidak terima, dan menantang gurunya.”

Guru-guru harus melakukan proses pengukutukan: hal ini tak boleh lagi terjadi! Menantang guru di kelas adalah sebuah pelecehan pada profesi guru yang mulia. Sebagai manusia, kelakuan itu merupakan sebuah penghinaan dalam menghadapi orang tua, orang yang dituakan, orang yang sepatutnya dituruti nasihat baiknya. Saya sebagai guru menyesalkan peristiwa ini. Peristiwa ini menambah barisan cerita buruk dalam dunia pendidikan.

Sahabatku melanjutkan tulisannya, “Ini masih dalam proses polisi, Polres sudah turun di sekolah. Mungkin besok sudah ada konfirmasi langsung dari siswa, guru dan sekolah. Itu yang saya tahu saat ini.”

Satu jam berikutnya, sahabat saya ini mengirimi saya gambar dua orang lelaki berpelukan disaksikan oleh tujuh orang (lebih tepatnya sebagai latar dalam foto), dengan caption “Sudah ada mediasi dan permohonan maaf dari siswa dan keluarga.”

Setengah jam kemudian, sahabat ini mengirim tulisan dan gambar-gambar serta link informasi. “Sudah diklarifikasi. Hasil(nya) Pak Guru mendapat pujian dari Polsek, deputi Perlindungan Anak Jakarta juga hadir, karena kesabaran pak guru sehingga tidak sampai baku hantam. Karena anak kelas zzz diminta damai dengan permohonan ada pembinaan dari Polres”

Selamat, polisi telah bekerja dengan cepat untuk menyelesaikan masalah itu. Terima kasih sahabat guru yang dalam video itu begitu penuh sabar dalam menghadapi kebengalan siswa-siswanya.

Semoga hal seperti ini tidak terulang lagi. Jangan kalian menyakiti hati guru kalian.***

Shobirienur Rasyid adalah seorang guru, tinggal di Jakara
Loading...