Beranda Ruwa Jurai Bandarlampung Herman HN Minta Udang dan Rebon Dipasarkan Secara Online

Herman HN Minta Udang dan Rebon Dipasarkan Secara Online

25
BERBAGI
Walikota Herman HN mengukuhkan Kelompok Pengolah dan Pemasar Udang (Poklahsar), Kelurahan Pesawahan, Gudang Agen Kecamatan Telukbetung Selatan..
Walikota Herman HN mengukuhkan Kelompok Pengolah dan Pemasar Udang (Poklahsar), Kelurahan Pesawahan, Gudang Agen Kecamatan Telukbetung Selatan.

TERASLAMPUNG.COM — Walikota Bandarlampung, Herman HN, meminta kepada Kadis Kelautan dan Perikanan untuk memasarkan udang kupas dan rebon yang ada di Kelurahan Pesawahan secara online.

“Saya yakin kalau dipasarkan secara online dan media sosial penjualan udang kemasan dan rebon dari Kelurahan Pesawahan ini akan rame pembelinya. Saya minta sama Kadis Kelautan dan Perikanan untuk mencobanya,” katanya di acara Pemberian sertifikat pengukuhan Kelompok Pengolah dan Pemasar Udang (Poklahsar), Kelurahan Pesawahan, Gudang Agen Kecamatan Telukbetung Selatan, Kamis 26 September 2019.

Meski begitu, Herman HN mengingatkan untuk jualan di online perlu kemasan yang baik serta stok barang selalu dijaga.

“Kalo jualan di online kan akan harus ada fotonya. Jadi perlu kemasan yang bagus. Selain itu kualitas barang dan stoknya dijaga,” ujar Herman HN.

Sementara itu Kadis Kelautan dan Perikanan Ewin sebagai pembina Poklahsar mengungkapkan pihaknya akan melakukan langkah-langkah yang diminta oleh walikota untuk membantu pemasaran via online.

“Kami akan melakukan kordinasi kepada ahlinya yaitu cara memasarkan barang-barang via online agar barang-barang milik kelompok itu bisa terjual,” ungkapnya.

Selain itu, kata Erwin, pihaknya akan melakukan kerjasama dengan Dinas Perdagangan dan Koperasi agar penjualan udang kupas, rebon dan udang mawar tersebut bisa dipasarkan di Bandarlampung.

“Untuk pemasaran, kami akan minta Dinas Perdagangan dan Koperasi untuk membantu, terutama udang kupas yang pasarnya baru di Jakarta dan Bandung,” jelasnya.

Pada kedempatan yang sama Ketua Poklahsar Azizah mengakui pasar udang kupas baru di Jakarta dan Bandung saja, harapannya dengan hadirnya walikota udang kupas bisa terbuka pasarnya di Bandarlampung.

“Saya baru tiga bukan usaha udang kupas kalau udang udah lama. Udang kupas kami bisa kirim dalam sebulan bisa mencapai satu ton lebih nilainya sekitar Rp80 jutaan,” kata Azizah.

Azizah mengaku, udang kupas itu sumbernya dari Kabupaten Lampung Timur dan Mesuji.

“Udang kami dari Lamtim dan Mesuji. Udang kami kupas, kami pisahkan kepala dan kulitnya, dagingnya kami jual ke Jakarta dan Bandung. Semoga dengan hadirnya walikota di sini, udang kupas itu bisa laku di sini dan bisa menekan biaya,” ujarnya.

Dandy Ibrahim

Loading...