Beranda News Pilgub Lampung Herman HN Tidak Yakin Gakumdu Mendiskualifikasi Arinal-Nunik, Ini Alasannya

Herman HN Tidak Yakin Gakumdu Mendiskualifikasi Arinal-Nunik, Ini Alasannya

2293
BERBAGI
Unjuk rasa ribuan warga Lampung di depan Kantor Gakumdu,Senin siang (16/7/218).
Unjuk rasa ribuan warga Lampung di depan Kantor Gakumdu,Senin siang (16/7/218).

TERASLAMPUNG.COM — Cagub Lampung nomor urut 2 Herman HN pesimistis Gakumdu akan mendiskualifikasi Arinal Djunaidi – Chusnunia Halim meski bukti-bukti kuat menunjukkan banyak politik uang menjelang pencoblosan Pilgub Lampung 27 Juni 2018.

Hal itu diungkapkan Koordinator Koalisi Rakyat Lampung Untuk Pemilu Bersih (KRLUPB),  Rakmat Husein, dalam orasinya di hadapan ribuan  massa di depan Kantor Gakumdu Lampung, Senin siang (16/7/2018).

“Beberapa hari yang lalu dalam konferensi pers Herman HN mengatakan pesimistis.Itu karena  saat kampanye dan minggu tenang paslon no. 3 bagi – bagi uang dibiarkan oleh Bawaslu,” kata Rakhmat Husein.

Menurut Husein, sikap itu menunjukkan bahwa Bawaslu sejak awal sudah membiarkan adanya politik uang. Dalam kerjanya,kata Husein, Bawaslu dan Pawaslu di tingkat kabupaten hanya pasif menerima laporan dari masyarakat,bukan melakukan pencegahan.

“Dari mana Arinal dan Nunik punya uang untuk kampanye yang mendatangkan artis – artis ibukota seperti Via Vallen? Arinal itu mantan sekd, Nunik bupati.Dari mana duitnya untuk bagi – bagi sarung dan ngedatengin Via Vallen juga artis – artis yang lain kalau bukan uang mereka dari SGC?!” tegas Rakhmat Husein.

Dalam aksi kali ini, KRLUPB memutar rekaman pidato Kapolda Lampung Irjen Pol Suntana di depan empat pasang Cagub dan Cawagub Lampung di acara Deklarasi Pilgub Damai tanggal 14 Februari 2018 di Lapngan Saburai Bandarlampung.

Dalam rekaman itu tampak Kapolda dengan tegas meminta kepada para Cagub dan Cawagub Lampung untuk tidak melakukan kampanye politik menggunakan isu SARA dan politik uang.

Usai mendengarkan pidato dari Kapolda Lampung itu massa dari KRLUPB yang hadir dari seluruh Lampung serentak bertepuk tangan sambil berteriak, “Hidup polisi!”

Sidang kasus dugaan politik uang atau bahasa halusnya “Pemeriksaan Pelanggaran Administrasi Terstruktur, Sistematis, dan Masif, akan diputus pada tanggal 19 Juli 2018.

Dandy Ibrahim

Loading...