Badak Sumatera Tertangkap Kamera Penjebak di TNBBS

Bagikan/Suka/Tweet:
Ninish Fajrina/WWF

Pada bulan Maret lalu, camera trap yang dipasang oleh tim monitoring WWF Indonesia bersama Rhino Protection Unit (RPU) berhasil menangkap keberadaan Badak Sumatera di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Lampung. Video yang berdurasi 20 detik itu menampilkan seekor Badak Sumatera berjalan mendekati kamera dan berakhir menutupi kamera dengan setengah badannya.

Kemunculan Badak Sumatera tersebut merupakan kabar gembira, pasalnya populasi Badak Sumatera pada Tahun 2012 tidak sampai angka 200. Bahkan, sejak 1996 Union for Conservation of Nature (IUCN) daftar merah nya memasukkan spesies ini dalam daftar Critically Endangered (kritis). Ancaman yang menghantui populasi Badak Sumatera selain para pemburu yang mengincar cula adalah lahan hutan yang dialih fungsikan menjadi perkebunan, hingga habitat jadi terfragmentasi. Akibatnya badak jadi susah lewat karena terkadang ingin menuju hutan lain ditengah-tengah sudah ada perkampungan. Untuk dapat melacak keberadaan dan distribusi Badak Sumatera, kamera trap dipasang diberbagai titik di wilayah konservasi.

Sebelum kamera trap dipasang, identifikasi jejak Badak merupakan hal penting agar pemasangan dapat membuahkan hasil. Setelah itu barulah kamera dipasang di sekitar jejak yang ditemukan. Selain upaya memetakan populasi Badak Sumatera, WWF-Indonesia juga melibatkan masyarakat lokal untuk bersama menjaga populasi hewan bercula Sumatera ini. Serukan kepada lingkungan terdekatmu untuk tidak membeli dan menggunakan produk yang berasal dari cula Badak dan beritahukan mengenai populasi Badak Sumatera saat ini, sehingga populasi Badak Sumatera dapat meningkat.

Rekaman kamera trap badak Sumatera: 


Sumber: www.wwf.or.id