Beranda Kolom Sepak Pojok Hidup DPR! Hidup Karto Celeng!

Hidup DPR! Hidup Karto Celeng!

233
BERBAGI

Oyos Saroso H.N.

Sohib saya di Aceh, penyair dan aktivis HAM Wiratmadinata, membuat catatan yang elok dan sangat masuk akal. Ia menulis tanpa aforisme sebagaimana sering dilakukan penyair saat bicara dan menulis. Tulisan Wira, demikian kami menyapa sohib yang satu ini, langsung menohok ke jantung.

Begini Wira menulis:

Pertengkaran atau Diskusi nasional kita di Senayan kemarin, soal “Pilkada langsung dan tidak langsung”, sama sekali tidak substantip, tapi prosedural. Bahkan jauh dari akal sehat.

Sama seperti bicara; Cara mencuri mana yang lebih baik. Apakah “mencuri langsung”, ataukah “mencuri tidak langsung”. Sehingga kita tetap berdiskusi/bertengkar tentang cara mencuri?
Seharusnya semua parpol mati-matian mencari cara untuk “tidak mencuri” saat Pemilu. Itu baru diskusi namanya.

Sekarang rakyat diajak ramai2 diskusi tentang cara mencuri saja. Kesimpulannya, dagelan di parlemen kemarin adalah tentang “sesama pencuri bertengkar tentang cara bagaimana mencuri yang lebih baik”.
Bukan, bagaimana caranya agar tidak mencuri.

Saya langsung mengamini Wira. Mungkin juga ribuan, ratusan ribu, bahkan jutaan warga negara Indonesia yang muak dengan perilaku tak patut wakilnya di Senayan juga akan setuju dengan Wira. Bukan saya dan mereka sudah kupeg (kopig) atau tak bisa berpikir lagi, tetapi memang pengalaman kita sepanjang pemilu yang lalu-lalu menunjukkan bahwa praktik mencuri (suara) seolah sah. Syaratnya: tidak ketahuan.

Begitu seorang wakil rakyat berhasil duduk di lembaga terhormat, kebiasaan mencurinya pun tidak lantas hilang. Tentu, mereka akan marah jika disebut pencuri. Namun, mereka tidak malu-malu dan seolah memiliki hak ketika merea tidak ikut rapat (artinya mencuri waktu). Banyak di antara mereka mencuri kebenaran (berkata bohong demi mengelabui lawan politik). Dan, tentu yang menjengkelkan adalah jika mereka mencuri uang rakyat.

Alangkah banyaknya anggota Dewan periode silam yang harus berurusan dengan hukum karena diduga mencuri uang rakyat. Tapi jangan coba-coba menuduh mereka sebagai pencuri kalau kita tak mau digertak. KPK pun dibikin biar bisa gemetar dengan diancam akan dibubarkan karena dianggap sok-sokan melampauai kewewenangan dan kehebatan lembaga Dewan. Dan kini, Presiden pun akan dibikin mati kutu dalam Pilpres yang lalu tidak sekubu dengan mereka.

Begitulah, kisah itu masih akan terus diperpontonkan dengan mimik wajah tanpa dosa, dengan menyembunyikan seringai dan menggantinya dengan senyum manis, dengan untaian kalimat bergula, dengan argumentasi yang seolah-olah masuk di akal.

Sudah pasti, mereka adalah wakil rakyat terhormat. Merekalah yang sudah memborong hati nurani rakyat, hak rakyat, dan kebenaran. Kebenaran hanyalah milik mereka, sementara rakyat yang dulu memilih mereka hanyalah taik kucing yang boleh dilupakan.

Jangan bertanya kepada Karto Celeng kenapa perilaku tak patut itu harus mati-matian dipertahankan. Soalnya jelas: Karto Celeng sekarang juga sudah menjadi wakil rakyat. Tentu suaranya, cara berjalannya, cara dia bicara, cara dia memandang orang lain, akan sangat berbeda dengan Karto Celeng yang dulu. Apalagi, saya dengar sendiri dari istri Karto Celeng bahwa sebelum dia mengucapkan sumpah dan janji sebagai wakil rakyat, ia lebih dulu mencantelkan hati nuraninaya di kapstok (cantelan celana/baju).

Jadi, sambil ngopi pagi, marilah kita muliakan para yang mulia wakil rakyat yang hari ini akan bekerja untuk dirinya sendiri. Ups salah. Maksudnya bekerja buat rakyat. Entah rakyat yang mana.

Ya. Ya. Kita harus legawa. Kita tidak perlu marah dan meniru para wakil rakyat bersilat lidah. Kita doakan dari jauh semoga mereka makin makmur, makin sehat, dan makin jaya.

Marilah kita sebagai rakyat kecil satu barisan dengan Pak Bambang Eka Wijaya. Kita pasrahkan semuanya kepada para wakil rakyat yang mulia dan ahli surga. Ya. Ya. Seperti yang Pak Bambang bilang:

HIDUP DPR! Jangan menghujat DPR karena mereka sebenarnya sudah mewakili semua keinginan rakyat:
Rakyat mau kaya sudah diwakili mereka.
Rakyat mau mobil mewah sudah diwakili mereka.
Rakyat mau rumah mewah sudah diwakili mereka.
Rakyat mau gaji gede sudah diwakili mereka.
Rakyat mau tempat kerja nyaman sudah diwakili mereka.
Rakyat mau jalan2 ke Luar negeri sudah diwakili mereka.
Jadi semua sudah terwakili, jadi rakyat cukup nonton saja semua kenikmatan tersebut!

Ya, Ya, Mri kita pekikkan semangat buat kawan kita tercinta, wakil rakyat terhormat: Hidup Karto Celeng! Hidup Karto Celeng!

Loading...