Beranda News Ekbis Helida Heliyanti Terpilih Sebagai Ketua ASTTI Lampung 2017-2022

Helida Heliyanti Terpilih Sebagai Ketua ASTTI Lampung 2017-2022

618
BERBAGI
Pembukaan Musda ASTTI Lampung di Hotel Marcopolo Bandarlampung.

TERASLAMPUNG.COM — Helida Heliyanti terpilih sebagai ketua DPD Asosiasi Tenaga Teknik Indonesia (ASTTI) Lampung periode 2017 – 2022, di dalam acara Musyawarah daerah (Musda) ke 3, DPD ASTTI Lampung yang dilaksanakan di Ballroom, Hotel Marcopolo, Sabtu (30/9). Helida menggantikan Ketua ASTTI Lampung periode sebelumnya, Heru Sambodo.

Ketua Umum DPP ASTTI, Deddy Adhiyaksa, mengatakan, musda ke 3 ASTTI Lampung sangat penting karena setelah terbentuk pengurus yang baru, dilanjutkan dengan pembekalan.

“Ini untuk menyongsong undang – undang (UU) nomor 2 tentang jasa konstruksi yang efektif akan berlaku dua tahun ke depan,” kata Deddy.

Deddy mengatakan pembekalan dilakukan karena menjelang berlakunya UU tersebut. Apalagi banyak regulasi yang berubah yang harus bisa diantisipasi sejak awal, sehingga pengurus ASTTI Lampung yang baru dilantik, tinggal mengimplemantasikan UU Jasa Konstruksi yang baru itu. Semoga ASTTI Lampung bisa menjaga eksistensinya. Selama ini ASTTI Lampung sudah berjalan baik, semoga kedepan bisa lebih ditingkatkan lagi,” katanya.

Disamping itu, Deddy mengutarakan, meski baru berusia 14 tahun, namun saat ini ASTTI sebagai organisasi profesi terbesar di Indonesia. Karena kepengurusannya telah terbentuk di seluruh provinsi. Terakhir kepengurusan ASTTI dibentuk di Kalimantan Utara.

“Salah satu syarat mendapatkan pekerjaan konstruksi yaitu harus memiliki sertifikasi sebagai tenaga ahli dan tenaga terampil. Untuk itu, ASTTI terus melakukan pembinan terhadap tenaga konstruksi untuk meningkatkan kompetensi,” ujarnya.

Menurut Deddy, tidak hanya harus sertifikasi, namun juga harus memiliki keterampilan dan keahlian yang berkompeten. ASTTI juga harus menjalin kerjasama dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota  karena tidak mungkin ASTTI bisa bekerja sendiri.

Dia juga mengungkapkan, berdasarkan data statistik, seharusnya terdapat 7 juta tenaga ahli yang bersertifikat yang tersebar di Indonesia. Namun sekarang baru sekitar 600 ribu tenaga ahli.

“Kami akan mengecek langsung ke setiap proyek yang ada untuk mengetahui apakah pelaksana, tenaga ahli, serta tukangnya memiliki sertifikat atau tidak,” katanya.

Ditambahkannya, setelah musda di Lampung, pada Juli 2018, dilaksanakan musyawarah nasional (Munas) ASTTI ke 4 di Kupang, Nusa Tenggara Timur.

“Jika masih diberi amanah, saya siap kembali mengemban tugas sebagai ketua umum ASTTI. Yang pasti saya tidak pernah meminta suatu jabatan. Kalau tinggkat provinsi gubernur ini tenaga ahli madya dan muda. Kalau kabupaten masuk katagori terampil,” katanya.

Ketua DPD ASTTI Lampung periode 2012-2017,  Heru Sambodo mengatakan dengan musda diharapkan ASTTI Lampung bisa melahirkan pemimpin yang berkualitas dan mumpuni seperti Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo.

“Karena di bawah kepemimpinan Ridho Ficardo sudah banyak terobosan dan pembangunan di Lampung. Salah satu contoh, Bandara Raden Inten II menuju Bandara International. Semoga ASTTI bisa menciptakan dan menghasilkan pembangunan di Lampung yang bermanfaat,” katanya.

Heru berharap pengurus dan anggota juga harus menjaga marwah organisasi ASTTI Lampung. Semoga bisa jadi tolak ukur perkembangan ASTTI.

“Bagaimana bisa menelurkan tenaga ahli yang memiliki kompetensi. Saya mohon maaf jika selama memimpin ASTTI Lampung ada kesalahan. Semoga kedepan ASTTI Lampung lebih baik lagi,” katanya.

Ketua Dewan Pertimbangan ASTTI Lampung yang juga Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo, melalui Kepala Dinas PUPR, Budi Darmawan menuturkan, musda untuk mengevaluasi keberhasilan dan kegagalan. Paradigma baru ditandai kompetisi dan keterbukaan.

Diharapkan, ASTTI Lampung dapat membina anggota menjadi profesional dan memiliki program kerja yang baik, dan meningkatkan peran aktif pembangunan di Lampung. Aturan baru banyak amanat yang akan diaplikasikan. Setiap tenaga kerja wajib memiliki kompetensi.

“Dengan musda, profesi ASTTI diharapakan juga lebih gencar lagi menyiapkan tenaga ahli yang terampil, berkompeten dan bersertifikasi. Ini untuk terwujudnya pembangunan di Lampung,” ugnkapnya.

TL/Rl