Beranda Hukum Kriminal Hina dan Ancam Kapolri, Warga Lamsel Ini Mengaku Akun Facebooknya Dibajak Orang

Hina dan Ancam Kapolri, Warga Lamsel Ini Mengaku Akun Facebooknya Dibajak Orang

408
BERBAGI
Ali Amin Said (35), warga Desa Way Kalam, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, saat diperiksa di Polda Lampung, Kamis (1/6/2017).

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — M Ali Amin Said (35), warga Desa Way Kalam, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, yang ditangkap polisi karena menghina dan mengancam Kapolri, berkilah bahwa penghinaan dan ancaman yang dilakukannya di Facebook bukanlah dirinya yang melakukan. I

a mengklaim akun Facebook miliknya telah dibajak (diretas) orang sehingga memuat postingan berisi menghina dan mengancam Kapolri serta menyebarluaskan ancaman kepada netizen lain dengan isu SARA.

“Saat ditangkap, tersangka sempat berkilah kalau ponselnya telah dicuri dan akun facebook miliknya dibajak (hack) orang lain,”kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung, Kombes Pol Rudy Setiawan kepada awak media, Kamis (1/6/2017).

Menurut Rudy, meskipun tersangka Ali berkilah akun facebooknya telah dibajak orang, tetapi pihaknya mempunyai bukti bahwa tersangka yang memposting kalimat di laman Facebooknya bernada menghina dan ancaman yang ditujukan kepada Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian.

“Bahkan tersangka Ali ini melalui akun Facebooknya menebarkan ancaman dan menakuti-nakuti kepada para netizen lainnya,”ujarnya.

BB konten ancaman warga lamsel untuk Kapolri.

Menurut Rudy, berdasarkan dari hasil digital analisis, penyidik mempunyai bukti kuat bahwa tersangka M Ali Amin Said ini, adalah sebagai pemilik akun facebook Ali Faqih Alkalami. Kemudian bukti lainnya, petugas menemukan ponsel pintar (gawai) yang dipakai tersangka untuk memposting kalimat dengan nada ancaman tersebut.

“Dengan ditemukannya ponsel yang dipakai tersangka memposting kalimat nada ancaman di laman facebooknya, tersangka Ali tidak bisa berkilah dan beralasan lagi. Akhirnya diakuinya, dan benar perbuatan itu tersangka yang melakukannya,”jelasnya.

Diketahui, petugas tim Cyber Crime Polda Lampung, menangkap Ali Amin Said (35), tersangka yang melakukan penghinaan dan ancaman kepada Jenderal Polisi Tito Karnavian melalui laman facebooknya. Polisi menangkap tersangka di rumahnya, yakni di Desa Way Kalam, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, Rabu (31/5/2017) sekitar pukul 16.00 WIB.

Dari penangkapan tersangka, petugas menyita satu unit laptop, dua unit ponsel pintar (gawai) dan empat buah buku tabungan.

Loading...