Beranda News Hindari Lewat Jalinsum Malam Hari, Pemudik Menginap di Pelabuhan Bakauheni

Hindari Lewat Jalinsum Malam Hari, Pemudik Menginap di Pelabuhan Bakauheni

2498
BERBAGI
Para pemudik menginap di ruang tunggu Pelabuhan Bakauheni, Senin dini hari, 11 Juni 2018.
Para pemudik menginap di ruang tunggu Pelabuhan Bakauheni, Senin dini hari, 11 Juni 2018.

Zainal Asikin| Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN — Memasuki H-4 lebaran 2018, ratusan pemudik dengan angkutan umum (sering disebut pemudik pejalan kaki–Red) dan pemudik dengan menggunakan sepeda motor tiba di Pelabuhan Bakauheni, Senin 11 Juni 2018 dini hari sekitar pukul 01.30 WIB.

Mereka lebih memilih menginap di Pelabuhan Bakauheni ketimbang harus melanjutkan perjalanan dengan melintasi jalan lintas Sumatera (Jalinsum) yang gelap gulita dan rawan tindak kriminal.

BACA: Enam Begal Bacok Pemudik di Jalinsum Lampung

Meski pihak PT ASDP cabang Bakauheni telah memasang spanduk banner berupa imbauan, dan juga adanya jaminan keamanan dan keselamatan bagi para pemudik, namun para pemudik tetap tidak melanjutkan perjalanan karena tidak berani dan demi faktor keselamatan dan keamanan saat di perjalanan.

Seorang pemudik pemotor, Hendra (37) yang hendak pulang menuju kampung halamannya di Desa Pujiharjo, Pringsewu bersama istrinya mengatakan, bahwa dirinya memilih menginap di Pelabuhan Bakauheni dan akan melanjutkan perjalanan mudik menuju ke rumah orangtuanya esok pagi demi kemanan dan keselamatan di jalan.

“Walaupun bawa motor sendiri dan ngggak harus naik angkutan umum, saya dan istri lebih baik pilih menginap saja di Pelabuhan Bakauheni supaya lebih aman dan dilanjutkan besok pagi perjalanannnya,”ujarnya saat ditemui di ruang tunggu penumpang, Senin 11 Juni 2018 din ihari.

BACA: Ini Ruas Jalan Lintas Sumatera di Lamsel yang Perlu Diwaspadai Para Pemudik

Menurutnya, terlalu beresiko kalau mau melanjutkan perjalanan mudik di Lampung, apalagi tingkat kerawanan aksi pelaku kejahatan jalanan di Lampung khusunya pelaku begal masih banyak.

Hendra mengaku, sebelum ia dan istrinya berangkat mudik, Minggu pagi ia diberitahu temen-temennya di kampung jangan melanjutkan perjalanan kalau sudah malam hari apalagi dinihari. Karena baru ada kejadian, pemudik dibegal di Jalinsum Lampung Selatan, motor dan barang lainnya dirampas dan korbannya juga dibacok.

“Dapat kabar itu, tadinya istrinya saya urungkan niatnya takut jadi korban begal dan tidak mau diajak mudik ke rumah orangtua saya di Pringsewu. Setelah saya rayu dan kasih tahu, kalau memang nanti kemaleman minep aja dulu di Pelabuhan baru dilanjutkan lagi paginya. Barulah istri saya mau saya ajak mudik,”ungkap pria yang sudah empat tahun bekerja di Jakarta ini.

Hal senada juga dikatakan oleh para pemudik pejalan kaki lainnya yang mengatakan, bahwa mereka enggan melanjutkan perjalanan mudik di lampung baik itu malam hari ataupun dinihari, alasannya karena terlalu berisiko untuk keamanan dan keselamatan kalau mau melanjutkan perjalanannya.

“Ya meski ada angkutan umum baik itu bus atau travel yang langsung berangkat, kami tetap memilih lebih baik menginap saja di Pelabuhan Bakauheni ini dan dilanjutkan perjalanannya paginya saja supaya lebih aman dan nyaman,”kata Udin (32) pemudik asal Bandung yang bekerja di percetakan.

Dikatakannya, kalau seperti di Bandung, dirinya tidak takut dan khawatir naik angkutan umum pada malam hari. Tapi kalau disini (Lampung) meski tempatnya lahir dan besar tetap takut, lebih baik saya tidur di Pelabuhan daripada harus melanjutkan perjalanan menuju ke Terminal Rajabasa. Alasannya, karena ia pernah menjadi korban pencurian saat diangkutan umum, pada lebaran tahun 2017 lalu.

BACA: Lampu Jalan Banyak yang Mati, Pemudik Harus Hati-Hati di Jalinsum Lampung Selatan

“Ya lebaran tahun lalu saya pernah kehilangan tas berisi ponsel dan uang tunai Rp 1,2 juta. Tapi saya nggak melaporkan pencurian itu ke polisi. Sejak itu  saya kapok dan gak mau lagi melanjutkan perjalanan malam hari, karena pihak bus juga gak akan tanggung jawab jika kita kecopetan atau barang kita hilang,”jelasnya.