Beranda Hukum Narkoba Hingga 2014, Ada 53.328 Pengguna Narkoba di Lampung

Hingga 2014, Ada 53.328 Pengguna Narkoba di Lampung

2508
BERBAGI
Imbauan BNN - Ilustrasi

TERASLAMPUNG.COM — Lampung termasuk daerah merah peredaran narkoba. Berdasarkan kasus narkoba yang sudah terungkap kepolisian, saat ini Provinsi Lampung berada di peringkat 9 nasional dalam hal jumlah pengguna narkoba.

“Pada 2014 ada sebanyak 53.328 pengguna narkoba 0,9 persen dari jumlah penduduk Lampung sebanyak 5.925.300 jiwa, dengan usia 10 sampai 60 tahun,” kata Kabid Pemberdayaan Masyarakat, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Lampung, Abadi Azra’i, Minggu (13/4/2014).

Menurut Abadi, anak-anak dan remaja sangat rentan terancam bahaya narkoba. Sebab itu, kata Abadi, sejak dini mereka harus dididik agar tidak terpengaruh dan terjebak dengan bahaya narkoba yang sangat berpotensial menjadi kehancuran bangsa.

Abadi mengatakan untuk mewujudkan Lampung bebas narkoba 2015, BNN Provinsi Lampung bersama Dit Narkoba Polda Lampung, Sat Narkoba Polresta Bandarlampung dan Universitas Indonesia (UI) dengan melakukan penyuluhan-penyuluhan bahayanya penggunaan narkotika kepada para pelajar ke sekolah-sekolah, yakni SMA Negeri maupun Swasta.

“Kami melakukan kegiatan ini bekerjasama dengan Universitas Indonesia (UI) untuk melakukan penyuluhan, dan deteksi narkoba (Tes Urine) terhadap siswa-siswi di beberapa sekolah,” tutur dia.

Maraknya penyimpangan prilaku penyalahguanaan narkotika generasi muda saat ini, kata Abadi, dapat membahayakan kehidupan bangsa di kemudian hari.  dikarenakan zat yang terkandung dalam Narkoba sangat berbahaya, seperti zat-zat adiktif yang merupakan penghancur syaraf, yang mengakibatkan tidak dapat berfikir secara jernih, otomatis generasi muda tidak bisa berfikir cerdas.

“Dari pengalaman itu, kita berbaur dengan masyarakat agar saling membantu dalam pencegahan remaja generasi muda sejak dini dan memerangi narkoba,” jelas Abadi.

Berdasarkan jurnal data Pemberantasan Penyalahgunaan Narkoba (P4GN) tahun 2012-2013, kata Abadi, diketahui jumlah penyalahguna narkoba diseluruh Indonesia di bidang pendidikan mencapai 13.602 orang. Hampir 50 persennya adalah pelajar SMA.

“Dari hal tersebut, kami melakukan pemberdayaan di lingkungan sekolah untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih narkoba, dengan melakukan tes urine sekitar1652 siswa-siswi dari 11 SMA Negeri maupun Swasta khususnya yang ada di Kota Bandarlampung,” kata dia.

Dari hasil tes urine tersebut, Abadi menambahkan, ada 14 pelajar teridentifikasi positif mengggunakan narkoba. 9 diantaranya teridentifikasi positif THC (Ganja), 1 orang teridentifikasi positif AMP (Amphetamine) dan 4 orang teridentifikasi positif MOP (Morphine).

Untuk 14 pelajar yang positif teridentifikasi zat terlarang tersebut, harus segera melapor ke Institusi Penerima Wajib Lapor Pecandu (IPWLP) yang telah di rujuk ke Rumah Sakit Bayangkara (RSB) dan Rumah Sakit Jiwa (RSJ).

“Ini dilakukan untuk penyelamatan atau rehabilitasi bagi para pelajar, agar lebih baik lagi nanti ke depannya,” tandasnya.

Loading...