Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Hingga Agustus 2018 Target PAD di DPMTSP Lampung Utara‎ Tercapai 67,07 Persen

Hingga Agustus 2018 Target PAD di DPMTSP Lampung Utara‎ Tercapai 67,07 Persen

215
BERBAGI
Kantor Pemkab Lampung Utara
Kantor Pemkab Lampung Utara

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Pendapatan Asli Daerah di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTSP) Lampung Utara‎ hingga saat ini telah mencapai Rp152.332.400 atau 67.07 persen.

“Sampai dengan hari ini, PAD yang sudah dicapai oleh DPMPTSP mencapai Rp152.332.400 atau 67.07 persen,” kata Kepala Bidang Perizinan I DPMPTSP, Juni Riadi di kantor, Kamis (16/8/2018).

Dengan capaian tersebut, ia optimistis jika capaian PAD mereka akan mencapai target, yakni Rp225 juta. Keyakinannya ini didasari oleh masih banyaknya waktu yang tersedia cukup waktu untuk mengumpulkan PAD.

“Di bulan Agustus ini saja PAD kita sudah 67.07 persen atau tinggal 23 persen saja yang belum dicapai. Jadi, kami optimis PAD akan mencapai target sebelum waktunya,” jelasnya.

Di tempat sama, Kepala Seksi Bangunan Komersil, Rinadi Bachtiar menambahkan bahwa pemasukan PAD DPMPTSP hanya bersumber dari retribusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Di luar IMB sama sekali tak ada yang diperkenankan untuk ditarik retribusinya.

“PAD DPMPTSP hanya bersumber dari satu retribusi saja, yakni retribusi IMB,” kata dia.

Kendati demikian, ‎menurut Rinadi, capaian PAD mereka selalu mencapai target tiap tahunnya dan bahkan, PAD selalu melampaui target. Seperti pengalaman tahun 2017 lalu misalnya, PAD DPMPTSP melampaui target. Dari Rp225 juta yang ditargetkan, PAD yang diraih mencapai Rp275.227.600.

“Capaian PAD kita tahun lalu melampaui target. Jika dipersentasekan, persentasenya mencapai 122.32 persen,” terangnya.

Pihaknya terus berupaya menggenjot perolehan PAD meski PAD mereka hanya berasal dari satu sumber saja. Caranya, dengan memanfaatkan dengan baik revisi Peraturan Daerah Tentang Perizinan Tertentu. Saat ini, Perda itu masih dalam tahapan evaluasi.

‎”Melalui Perda ini maka akan ada kenaikan tarif IMB yang baru karena perhitungan retribusinya sudah berbeda. Semakin besar bangunan, lokasinya strategis, dan luas maka biaya akan semakin besar,” papar dia.