Beranda Ekbis Bisnis HK Gelar ‘Operasi Ngantuk’ di KM 20 Jalur B Tol Bakauheni-Terbanggi Besar

HK Gelar ‘Operasi Ngantuk’ di KM 20 Jalur B Tol Bakauheni-Terbanggi Besar

171
BERBAGI
Petugas PT Hutama Karya bersama PJR menggelar
Petugas PT Hutama Karya bersama PJR menggelar "Operasi Ngantuk" di ruas tol Bakauheni - Terbanggi Besar.

TERASLAMPUNG.COM — PT Hutama Karya (HK)  melaksanakan ‘Operasi Ngantuk di KM 20 jalur B di ruas tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter). Operasi ini untuk menekan angka kecelakaan di jalan bebas hambatan tersebut.

“Kita antisipasi dengan operasi ngantuk atau microsleep. Pengendara wajib lakukan istirahat di rest area agar tidak ada kecelakaan di jalan tol,” kata Koordinator Lalulintas Ruas Bakauheni-Terbanggi Besar, Usman Edi, di Bandarlampung, Kamis (22/10/2020).

Menurutnya, ‘Operasi Ngantuk’ atau microsleep ini dilakukan karena Jalan Tol Trans Sumatera dari Bakauheni di Lampung Selatan hingga Kayu Agung (Sumsel) lumayan panjang. Yakni sepanjang 329 kilometer.

“Ini yang menyebabkan pengemudi merasa lelah dan mengantuk saat berkendara di jalan tol,” kata Usman.

Dengan jalan sepanjang itu, kata Usman,  pengendara sering mengalami microsleep atau tidak merasa ngantuk.

“Hal itulah yang mengakibatkan pengendara sering kecelakaan di jalan tol. Pengendara harus lebih ekstra hati-hati dalam berkendara, karena dengan ruas yang panjang ini yang sering mengakibatkan kecelakaan ini. Berhentilah saat mengantuk dan lelah. Serta jangan di paksakan untuk tetap melajutkan perjalanan,” katanya

Usman mengatakan dalam operasi tersebut PT Hutama Karya memberikan kopi dan makanan ringan gratis kepada para pengendara.

“Kopi gratis ini untuk mengilangkan rasa mengantuk saat berkendara. Kami juga mengajak pengendara bijak menggunakan jalan tol. Jangan pernah memaksakan saat lelah dan mengantuk, karena batas maksimal saat berkendaraa di jalan tol hanya 3 jam,” kata Usman.

AIPDA Jodi Prasetio

Panit Ranting 1 unit 2 Satuan PJR Polda Lampung, Aipda Jodi Prasetio,  mengatakan  dengan adanya operasi simpati atau operasi mengantuk ini pengguna jalan tol bisa beristrihat di rest area yang ada untuk menghindari kecelakaan.

“Ini sangat baik dan bagus, karena bisa menghimbau kepada pengendara untuk bisa lebih hati-hati saat berkendara di jalan tol. Apa lagi dalam kondisi mengantuk. Lebih baik cari tempat untuk melakukan istirahat,” katanya.

Jodi mengharapkan  “Operasi Ngantuk” yang digelar secara intens dan reguler dapat mengurangi angka kecelakaan dan bisa membuat sadar para pengendara.

“Para pengendara harus sadar bahwa dengan memaksa berkendara dalam kondisi mengantuk itu berbahaya untuk diri sendiri maupun penunpang, karena dapat mengakibatkan kecelakaan,” kata dia.

Heryanto, pengguna jalan tol asal Kota Bengkulu, mengatakan dengan operasi ngantuk ini sangat baik, apalagi dengan disediakan kopi gratis dan makanan ringan  membuat para pengendara untuk bisa beristirahat sejenak menghilangkan lelah.

“Sangat baik dan patut diberikan apresiasi sekali, karena banyak kendaraan yang memaksakan melanjutkan perjalanan. Dengan diberikan pengarahan ini kami selaku pengguna jalan tol sangat terbantu dengan informasikan yang di berikan,” katanya.

Ia berharap  ke depan operasi ini dapat dilakukan rutin di rest area dan lokasi-lokasi rawan kecelakaan agar pengendara dapat diberikan arahan dan infoemasi tentang bahaya berkendaraan saat mengantuk.