HMI Kotabumi Gelar Diskusi Publik tentang Penanggulangan Aksi Kriminal

Bagikan/Suka/Tweet:

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi--Himpunan Mahasiswa Islam Lampung Utara (HMI Lampura) menggelar dialog publik tentang strategi pencegahan terhadap kriminal bersenjata di Aula Hotel Cahaya, Kotabumi, Kamis (28/12/2017).

Diskusi publik yang mengangkat tema mencegah tindak kriminalitas bersenjata menuju Lampura yang kondusif ini melibatkan pelbagai sumber di antaranya kepolisian, TNI, kejaksaan, Pemkab Lampura, KPU, dan HMI. Tak kurang dari 100 peserta terlihat hadir dalam kegiatan tersebut.

Menurut KBO Satuan Reserse dan Kriminal Polres, Iptu GM Saragi, hampir tiap hari terdengar ada tindakan kriminal di wilayah hukum Lampura, baik itu kasus pencurian dengan kekerasan, pencurian kendaraan bermotor, maupun kasus pencurian dengan pemberatan.

Kebanyakan dari pelaku kejahatan tersebut menggunakan senjata tajam atau senjata api baik jenis organik maupun rakitan. Senjata – senjata itu digunakan para pelaku untuk memuluskan tindak kejahatan yang mereka perbuat.

“Rata – rata pelaku menggunakan senjata tajam atau senjata api baik itu bentuknya organik maupun rakitan,” terangnya.

Saat ini, menurutnya, Polres Lampura baru memiliki 10 polsek yang bertugas membawahi 23 kecamatan yang ada. Bahkan, ada 1 polsek membawahi 5 kecamatan sekaligus. Selain masih minim jumlah polsek, jumlah personil juga dirasa masih belum memadai.

“Kami akui jumlah polsek dan personil yang baru 741 orang masih kurang memada untuk saat ini,” kata dia.

Meski jumlah polsek dan personil sangat tidak sebanding dengan luas wilayah, namun ia menegaskan pihaknya akan terus berupaya memberikan rasa aman kepada seluruh warga Lampura.

“Peran serta para pemuda untuk membantu mengawasi keamanan di lingkungannya masing – masing juga sangat diperlukan,” jelasnya.

Pihak kepolisian juga akan menindak tegas setiap pelaku kejahatan yang menggunakan senjata api dan senjata tajam. Semua pelaku kejahatan tersebut tak akan diberi penangguhan meski ia adalah seorang pejabat sekalipun.

“Tidak akan ada penangguhan walaupun pejabat sekalipun dan akan tetap dilanjutkan perkaranya,” tegas dia.

Sementara Renaildo, perwakilan dari kejaksaan mengatakan, para pelaku kejahatan maupun orang yang kedapatan membawa senjata tajam atau senjata api akan dijerat dengan Undang – Undang Darurat Nomor 12/1951.

Kendati telah ada hukum yang jelas tentang hal itu, menurutnya, hal yang terpenting dalam meminimalisir potensi tindak kejahatan adalah kesadaran hukum dari setiap orang. Dengan begitu, mereka akan berpikir dua kali sebelum melakukan sebuah tindakan yang menjurus ke arah pelanggaran hukum.

“Kejari Lampura juga selalu melakukan sosialisasi ke sekolah – sekolah untuk memberikan pemahaman terhadap kesadaran hukum yang berlaku dan cara menghindari masalah kriminal,” katanya

Di tempat sama, perwakilan Kodim 0412 Lampura, Kapten Kav. Andi Budiman menerangkan, senjata rakitan yang beredar di Lampung berasal dari luar Lampung seperti dari wilayah perbatasan Kabupaten Mesuji dengan Provinsi Sumatera Selatan.

Untuk menekan peredaran senjata api yang kerap digunakan para pelaku kejahatan, ia mengatakan, pihaknya terus mengeluarkan imbauan dan kerja sama dengan para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda. Dengan begitu, mereka dapat melaporkan kepada aparat keamanan jika mengetahui adanya kepemilikan senjata api ilegal di lingkungannya.

“TNI bekerja sama dengan polisi dalam pemberantasan senjata rakitan dengan melakukan imbauan dan kerja sama dengan para tokoh di setiap wilayah,” papar dia.

Di tempat sama, perwakilan Pemkab Lampura, Rohim Fauzi menuturkan, kejahatan bersenjata khususnya senjata api juga menjadi salah satu perhatian utama mereka. Mereka terus memberikan pemahaman kepada warga agar tidak sembarangan memiliki senjata api yang tak memiliki izin resmi.

‎”Senjata api itu harus ada izin dari kepolisian. Tidak bisa sembarangan dan ini yang terus kami sosialisasikan,” terangnya.

Rohim menilai kegiatan yang dimotori oleh HMI ini sangat bermanfaat karena dapat memberikan pemahaman dan menambah wawasan kepada para peserta tentang kepemilikan senjata api dan larangan membawa senjata tajam sembarangan.

“Kami juga mengajak kepada seluruh masyarakat khususnya para pemuda untuk selalu berperan aktif dalam mencegah tindak kriminal bersenjata supaya suasana tetap aman, damai dan kondusif,” ajak dia.‎