Beranda Ekbis Bisnis Hore! Mesin Kopi Unik Antar Mahasiswa IBI Darmajaya Raih Hibah Kopertis

Hore! Mesin Kopi Unik Antar Mahasiswa IBI Darmajaya Raih Hibah Kopertis

142
BERBAGI
Suroyo, pencipta “Kopilanni”. (Ist)

BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com – Dinilai menarik dan unik, gagasan Suroyo, mahasiswa Institut Informatika dan Bisnis (IBI) Darmajaya dalam mendesain produk kopi berhasil menarik perhatian juri dalam lomba bisnis plan yang diselenggarakan Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (kopertis) wilayah II di Palembang belum lama ini. Gagasan mahasiswa jurusan Manajemen ini berhasil memenangkan Hibah Kopertis tahun 2014 senilai Rp.7.750.000.

Mahasiswa yang akrab disapa Roy ini menuturkan kemasan bagus dalam sebuah produk tak hanya berfungsi menarik minat konsumen untuk membeli, tetapi juga meningkatkan nilai jual produk. Kemasan yang menarik, kata dia, umumnya memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibanding dengan kemasan biasa.

“Hal inilah yang saya terapkan pada produk saya, Kopilani. Selain kopinya yang berbeda karena hasil fermentasi, Kopilani saya buat dengan kemasan yang lebih menarik dengan tiga proses pengepakan. Yakni lapisan alumunium foil, kertas kinstruk sebagai pembungkus dan terakhir dilapisi dengan plastic. Selain menarik, kemasan seperti ini lebih higienis” kata Roy, Selasa (18/11).

Menurutnya diferensiasi kemasan sangatlah penting untuk menarik minat pembeli. Gagasan membuat kemasan menarik, lahir dari kejeliannya melihat peluang produk kopi sebagai komoditas andalan Lampung bahkan menjadi ciri khas daerah ini. Ketika sebuah produk sudah menjadi ciri khas daerah, maka kemungkinan besar produk tersebut menjadi produk buah tangan dari daerah tersebut.

“Lampung identik dengan kopi, dan kerap dijadikan oleh-oleh orang yang datang kesini. Sebagai salah satu buah tangan khas Lampung, tentunya sangat baik jika ditunjang dengan kemasan yang menarik” ujar mahasiswa yang hoby berorganisasi ini.

Diakui Roy, tidak mudah untuk menciptakan produk dengan kemasan menarik. Pertama, kata dia, kita harus memiliki gambaran untuk desain yang diinginkan, lalu mencari bahan baku yang sesuai dan bersedia menambah ongkos produksi. Dia mencontohkan, untuk kemasan kopi 100 gram dengan bahan baku alumunium foil, kertas kinstruk dan plastik, ongkos produksi yang ia keluarkan mencapai Rp.7.000 – Rp.8.000/pcs.

“Ketersediaan bahan baku juga menjadi kendala yang pernah saya alami, untuk kertas kinstruk saya harus pesan jauh-jauh hari di percetakan dan memakan waktu cukup lama. Sementara untuk biaya produksi sejatinya tidak menjadi masalah karena nilai jual produk akan meningkat seiring peningkatan kemasan, hanya saja kita perlu tambahan modal” ucap Roy.

Dengan hibah yang diraihnya, Roy mengaku akan mengimplementasikan gagasannya secara nyata. Dia juga akan berupaya mengembangkan kreativitasnya dalam membuat kemasan yang lebih menarik. “Mudah-mudahan perolehan hibah dari Kopertis semakin memacu saya untuk kreatif dan inovatif dalam mendesain kemasan” harapnya.

Sementara itu Rektor IBI Darmajaya, Dr. Andi Desfiandi, SE. MA., mengatakan technopreneurship menjadi konsep yang diusung Darmajaya dalam melahirkan lulusan-lulusan berkualitas. Teknologi dan entrepreneur menjadi kompetensi yang harus dimiliki mahasiswa.

“Apa yang dilakukan Suroyo menjadi contoh penerapan technopreneurship, selain berwirausaha dia juga mengimpelentasikan ilmu komputernya dengan mendesain sendiri kemasan produk yang dia tekuni. Mudah-mudahan ini bisa menjadi contoh bagi mahasiswa lain dalam mengembangkan kreativitas dan kemampuannya” pungkasnya.

Berita Terkait: “Kopilani”, Kopi Luwak tanpa Luwak

Loading...