Hot Quote Ahmad Arief: Negara Kedodoran Padamkan Bara yang Ditiupnya Sendiri

  • Bagikan

“Kebakaran tak terkendali. Dari Sumatra hingga Papua. Sebagian mungkin karena keteledoran, tp yakinlah kebanyakan karena kesengajaan. Pastinya ada ratusan perusahaan dan individu-individu rakus yg membakar hutan itu dengan sengaja. Sebenarnya tiap tahun begini, hutan dibakar untuk ekspansi industri, terutama sawit tentu saja. Biasanya hujan turun untuk memadamkannya. Namun tahun ini El Nino menunda hujan turun, menantang kita untuk memadamkan alam yang marah. Anehnya, di dalam kepungan asap itu, Presiden mengeluarkan maklumat membuat kanalisasi gambut yg kemudian direvisi dengan sekat kanal. Sebuah solusi yang ironis, ibarat menanam bom waktu. Pengeringan gambut dengan kanal-kanal selama ini menjadi langkah awal sebelum pembakaran lahan.

BACA JUGA:   Hot Quote: Kontes Burung dan Kampanye Pilkada

Jelas bahwa negara ini kedodoran memadamkan bara yang ditiupnya sendiri dari kebijakan pembangunan dan pilihan investasi yang keliru sejak bertahun-tahun lalu. Ini memang kesalahan turun temurun, tetapi masihkah negara bersikukuh menganakemaskan investasi dan pertumbuhan ekonomi yang dibangun melebihi daya dukung alam dan kemampuan kita mengendalikannya?

Dan di tengah kabut asap yang menjadi-jadi dan telah membunuh anak-anak negeri ini, Presiden berencana melawat ke AS. Menarik investor jadi tujuan utamanya. Di antara agendanya kabarnya adalah menemui Monsanto yang produsen transgenik, Philip Morris yang produsen rokok itu, dan tentu saja tuan Freeport.”

Ahmad Arief, wartawan Kompas, 22 Oktober 2015

.com/t/e/teraslampung.com.1193498.js" async>
BACA JUGA:   Putu Artha: Lima Tahun ke Depan Pemerintah Jokowi-JK Terancam Lumpuh
  • Bagikan