Beranda Views Hot Quote Hot Quote: Kontes Burung dan Kampanye Pilkada

Hot Quote: Kontes Burung dan Kampanye Pilkada

73
BERBAGI

“Di tengah kerumunan massa kampanye, saya menyaksikan kontes burung. Para kontestan berbicara dengan bahasa yang indah dan suara yang merdu. Burung kontes dinilai dari paras tubuhnya, keindahan bulunya dan keelokan kicauan. Burung, hanya patuh pada nalurinya, dan sedikit pada pawangnya.

Dalam kontes burung, tak ada pertanyaan untuk burung, misalnya: wahai burung apa makna ocehan anda? Meskipun kicau burung dicatat, tetapi belum ada catatan tentang kontes burung dan kicau burung yang dipertanggungjawabkan. Tidak pernah ada yang menagih janji pada sang juara kontes.

Begitulah, berkampanye dalam pemilukada. Mereka, para kandidat itu, pamer merdu suara dan mengumbar janji. Meski indah programnya, berbusa-busa iabicara, betapapun elok penampilan, satu pertanyaan apakah program itu dia yang membuat? Jika ia yang membuat, pertanyaan berikutnya adalah ‘apakah akan dilaksanakan?

Celakanya, sang kandidat tak mengerti kalimat-kalimat yang diucapkannya dengan merdu. Tak penting, soal kemerduan suara itu berkaitan dengan isi perut rakyat, atau lubang jalan yang kian parah. Yang penting menarik dan memikat, kemudian melupakan. Toh, penonton juga lupa. Hanya sedikit orang yang mau mencatat. Lebih sedikit lagi yang peduli dan menagih janji.”

Dt. Jauhari Zailani, dosen Universitas Muhammadiyah Lampung, 25 September 2015