Beranda Hukum Kriminal Hotman Paris Mencuit Soal Kematian Mantan Sopir Bupati Lampura, Ini Tanggapan Polda...

Hotman Paris Mencuit Soal Kematian Mantan Sopir Bupati Lampura, Ini Tanggapan Polda Lampung

144
BERBAGI
Aksi sejuta tanda tangan untuk mendukung pengungkapan kasus kematian Yogi Andika secara tuntas, Senin (23/4/2018).
Aksi sejuta tanda tangan untuk mendukung pengungkapan kasus kematian Yogi Andika secara tuntas, Senin (23/4/2018).

TERASLAMPUNG.COM — Cuitan pengacara kondang Hotman Pari Hutapea di medsos soal kasus kematian Yogi Andika, mantan sopir Bupati Lampung Agung Ilmu Mangkunegara, mendapatkan respons dari Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Lampung.

Kombes Pol Bobby Marpaung menanggapi postingan vidio instagram pengacara kondang Hotman Paris Hutapea, terkait kasus kematian sopir pribadi Bupati Lampung Utara, Yogi Andika, yang tewas diduga dianiaya orang dekat Bupati.

Dalam unggahan video yang disebarluaskan di medsos, Hotman Paris meminta Kapolda dan Wakapolda Lampung menindak lanjuti kasus kematian Yogi Andika. Itu dilakukan setelah Hotman bertemu ibu kandung Yogi Andika dan kerabatnya, 2 Desember 2018  lalu.

Dalam tanggapan yang juga disebarluaskan di medsos, Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Lampung AKBP Bobby Marpaung  mengatakan  penyidikan kasus tersebut sudah berjalan sebagaimana mestinya.

“Saat ini berkas perkara sudah dalam tahap penelitian di Kejaksaan Tinggi Lampung. Dalam penyidikan kasus ini yg dinyatakan sebagai Pelaku ada 3 (Tiga) orang yaitu satu warga Sipil (Ditangani Ditreskrimum Polda Lampung), satu orang oknum TNI (ditangani Denpom II/3 Sriwijaya) dan seorang rekannya yang tidak dikenal,” katanya.

Menurut Marpaung,  perkara dilaksanakan secara koneksitas oleh Denpom karena diduga melibatkan oknum anggota dari kesatuan lain. Untuk penanganan yang dilakukan oleh penyidik Ditreskrimum Polda Lampung telah menetapkan satu  orang ajudan Bupati Lampung Utara sebagai Tersangka.

“Perlu diketahui bahwa rentang waktu antara Kejadian dengan Laporan dari pihak Keluarga Korban berselang sekira *10 (Sepuluh) Bulan* yaitu kejadian Pengeroyokan dan Penganiayaan terjadi pada tanggal 21 Mei 2017. Korban atas nama YOGI ANDHIKA meninggal dunia tanggal 15 Juli 2017. Selanjutnya oleh keluarga Korban kasus ini dilaporkan ke Polres Lampung Utara tanggal 20 Maret 2018,” katamya.

Marpaung mengatakan, karena tenggang waktu (dilaporkannya) kasus yang cukup lama sekitar 10 bulan ini, maka kepolisian mengalami kesulitan mencari dan mengumpulkan bukti-bukti dalam kasus ini.

“Sehingga butuh waktu lebih untuk melakukan Penyelidikan dan penyidikan kasus tersebut,” kata Marpaung.

Menurut AKBP Boby Marpaung, saat ini penyidik Ditreskrimum Polda Lampung masih menjalankan proses penyidikan. Berkas perkara sudah tiga kali dikembalikan untuk memenuhi petunjuk dari Jaksa Penuntut Umum pada Kejati Lampung.

“Pada petunjuk jaksa terdapat keterangan saksi yang kunci (saksi penting) yang harus dimintai keterangannya. Namun saksi tersebut sampai dengan saat ini belum diketahui keberadaanya.  Namun Bang Hotman.. yakin dan percaya bahwa kami Penyidik Ditreskrimum Polda Lampung pasti akan menuntaskan kasus ini secara profesional, transparan dan akuntabel demi tegaknya hukum dan rasa keadilan,” tandas mantan Waka Polres Bandarlampung itu.

 

Loading...