Beranda Views Humor HUMOR: Cucu Penjual Topi dan Cucu Monyet

HUMOR: Cucu Penjual Topi dan Cucu Monyet

520
BERBAGI

Seorang penjual topi berjalan melintasi hutan. Karena cuaca panas,ia memutuskan istirahat sejenak dibawah pohon besar.Sebelum merebahkan diri,ia meletakkan keranjang berisi topi-topi dagangan di sampingnya.

Beberapa jam ia terlelap dan terbangun oleh suara-suara ribut. Ia sadar bahwa semua topi dagangannya telah hilang. Kemudian ia memdengar suara monyet-monyet di atas pohon.
Ia mendongak ke atas & betapa terkejutnya ia melihat pohon itu penuh dengan monyet yang semua mengenakan topi-topinya.

Ia berpikir keras bagaimana caranya ia bs mendptkan kembali topi-top dagangannya. Pedagang itu menggaruk-garuk kepalanya. Ternyata monyet-monyet itu menirukan tingkah lakunya. Kemudian ia melepas topinya dan  mengipas-ngipaskan ke wajahnya. Ternyata monyet-monyet itupun melakukan hal yang sama.

Lalu ia mendapat ide: ia membuang topinya ke tanah, Monyet itu menirukannya. Segera saja si pedagang mengumpulkan topi-topinya dan  melanjutkan perjalanannya.

Selang 50 tahun kemudian,cucu dari pedagang topi itu juga menjadi penjual topi . Ia juga telah mendengar cerita tentang monyet-monyet itu dari kakeknya.

Suatu hari,persis seperti kakeknya ia melintasi hutan yang sama. Ia beristirahat di bawah pohon yang sama dan  meletakkan keranjang berisi topi-topi dagangannya di sampingnya. Ketika terbangun iapun menyadari kalau monyet-monyet di pohon telah mengambil topi-topnya. Ia pun ingat akan cerita kakeknya.

Ia mulai menggaruk-garuk kepala, dan  monyet-monyet itu menirukannya. Ia melepas topinya dan mengipas-ngipaskan  ke wajahnya, Monyet-moyet itu masih menirukan.

Nah sekarang ia merasa yakin akan ide kakeknya. Kemudian ia melempar topinya ke tanah.
Tapi kali ini ia terkejut karena monyet-monyet itu tidak menirukannya tetap tetap memegangi topi-topi itu erat-erat.

Kemudian seekor monyet turun dr pohon,mengambil topi yang tersisa yg dilemparkan oleh cucu penjual topi itu,lalu menepuk bahunya sambil berkata,”Bro, emangnya cuma elo aja yang punya kakek…..?”

Dikisahkan oleh: Sri Kadarwati

Loading...