Beranda Teras Berita HUT RI: Remaja Karanganyar Konvoi Sepeda Ontel

HUT RI: Remaja Karanganyar Konvoi Sepeda Ontel

499
BERBAGI
Isbedy Stiawan ZS/Teraslampung.com
LAMPUNG SELATAN–Banyak cara masyarakat mengekspresikan
kebahagiaan untuk mensyukuri hari kemerdekaan ke-69 Republik Indonesia, 17 Agutus 2014.
Di sejumkah kecamatan, kelurahan, bahkan di tingkat RT berbeda gaya meramaikan
HUT Republik Indonesia yang biasa disebut perayaan kemerdekaan. Misalnya lomba
lari karung, meniup balon, membawa kelereng, hingga voli dan sepakbola.
Namun, para remaja Desa Karanganyar, Kecamatan Jati Agung,
Lampung Selatan punya cara lain dan unik untuk menunjukkan nasionalisme,
semangat perjuangan, dan mensyukuri arti dari kemerdekaan yang diproklamasikan
Soekarno-Hatta mewakili bangsa Indonesia.
“Inilah cara kami, gaya remaja Karanganyar unruk
memeriahkan dan memperingati HUT RI tahun ini,” kata salah seorang dari
remaja ini yang mengaku bernama Nto.
Menurut Nto, ide ini terbilang spontan. Beberapa hari
sebelum 17 Agustus, mereka yang suka bersepeda ontel sepakat unuk memperingati
Kemerdekaan Indonesia untuk menggelar konvoi sepeda ontel. Rutenya:  dari  simpang tiga Jati Mulyo-Way Kandis,
lalu berputar lagi menuju Kecamatan Jati Agung.
“Rencana rute kami seperti itu, namun nanti tergantung
apakah kami kuat dan sanggup. Tetapi yang jelas, kami lakukan ini benar-benar
panggilan nurani. Kami tak mau gunakan motor, karena itu akan mengganggu dan
membahayakan di jalan raya,” ujarnya lagi.
Dijelaskannya, berkonvoi dengan sepeda ontel selain
olahraga yang tentu saja menyehatkan, juga tak mengganggu pengguna jalan raya
lainnya. Sedikitnya 10 sepeda ontel dipakai para remaja Karang Anyar ini.
Tiap sepeda dinaiki dua orang. Hal itu untuk bergantian,
jika temannya sudah letih mengayuh. Uniknya, para remaja ini layaknya para pejuang.
Wajah mereka dicoret atau dikotori dengan arang, menggunakan topi terbuat dari
daun, dan senapan mainan dari pelepah pisang. Mereka hanya mengenakan celana
pendek dan kaus. Pengontel paling depan membawa bendera merah putih, demikian
pula di bagian belakang.
Untuk menjaga kemanan mereka di jalan, dua temannya
mengiringi dengan kendaraan motor. “Semoga para pahlawan yang telah
mendahului kita dapat diterima Tuhan sesuai amalnya. Kami berharap, cara yang
kami lakukan ini tak berlebihan dan menghambur-hamburkan uang, apalagi meminta
sumbangan kepada masyarakat. Kami bisa dengan uang sendiri, karena ini juga tak
besar modalnya,” imbuh Nto lagi.

Dia menunjuk pelepah pisang untuk senapan mainan, daun
untuk topi, dan lain-lain, itu semua mudah di dapat di dekat rumah mereka.
Konvoi sepeda ontel ini dimulai dari simpang empat Karang Anyar dan finish di
tempat itu pula. Konvoi ini membutuhkan waktu 3 jam lebih. Pukul pukul 12.20
WIB selesai.
Loading...