Beranda Kolom Kopi Pagi Sewa Ambulans RSUAM Mahal, PR bagi Gubernur Ridho Ficardo

Sewa Ambulans RSUAM Mahal, PR bagi Gubernur Ridho Ficardo

197
BERBAGI

Kisah pilu Delpasari, warga  Gedung Nyapah, Kecamatan Abung Timur, Lampung Utara, seolah menampar wajah Gubernur Ridho Ficardo. Karena (diduga) ulah seorang sopir ambulans yang mematok tarif Rp2 juta, Delpasari gagal membawa jenazah bayinya pulang ke kampungnya untuk segera dimakamkan, Rabu sore (20/9/2017).

Delpasari kemudian menggendong mayat bayinya dan naik angkot jurusan Tanjungkarang – Rajabasa. Di dalam angkot ia menangis sehingga membuat sopir dan penumpang lain iba. Sang sopir pun kemudian berinisiatif menelpon call center ambulans gratis Pemkot Bandarlampung di nomor 0822-7822-1400. Sambil menunggu ambulans gratis datang, sopir angkot baik hati itu memarkir mobilnya tak jauh dari Bundaran Radin Intan, Rajabasa.

Setengah jam kemudian seorang sopir ambulans bernama Jefri Irwansyah datang bersama mobil ambulans milik Pemkot Bandarlampung.

Di rembang petang, Jefri pun kemudian mengantar Delpasari ke kampung halamannya  di Dusun Labuhan Dalam, Desa ‎Gedung Nyapah, Abung Timur, Lampung Utara.

“Saya tergerak membantu karena ditelepon sopir angkot yang membawa ibu warga Lampung Utara. Mendengar ceritanya lewat telepon, saya langsung minta izin ke atasan dan ternyata diizinkan,” katanya.

Cerita kehadiran sopir ambulans yang biasa menjadi sopir jasa ambulans gratis Pemkot Bandarlampung — yang mungkin lesap dan tidak tergambar dalam cerita pilu Delpasari — menjadi sangat kontras dengan jasa layanan ambulans RSU Abdoel Moeloek.

Dan di sinilah masalahnya: gambaran kontras layanan ambulans seolah menyeret nama Gubernur Ridho Ficardo dan Walikota Bandarlampung Herman HN. Ini sungguh tidak mengenakkan. Apalagi terjadi di “bulan dan tahun politik” yang juga menyeret dua nama itu dalam pusaran perbincangan politik seputar pemilihan Gubernur Lampung.

Sangat wajar jika Pemprov Lampung (mungkin perintah Gubernur Ridho Ficardo) cepat tanggap. Malamnya konferensi pers digelar guna mengklarifikasi berita yang telanjur ramai di media online dan viral di media sosial. Pagi harinya salah satu direktur RSU Abdoel Moeloek menemui keluarga Delpasari di Lampung Utara.

Delpasari dan suaminya, Ardiansyah, menemui rombongan pejabat RSUAM dan Pemprov Lampung dengan ramah. Ia mengaku ikhlas bayinya yang baru berusia 40 hari meninggalkannya untuk selama-lamanya. Ia seakan sudah melupakan kisah pedih harus menggendong mayat bayinya dari RSUAM hingga jalan di depan RSUAM untuk naik angkot.

Masalah mungkin selesai dan ditutup setelah orang yang diduga mematok harga sewa selangit bagi warga menengah ke bawah untuk menyewa ambulans. Gubernur Ridho mungkin sudah lega karena masalah diatasi secara cepat. Namun, di luar urusan motif bertindak cepat karena embel-embel takut dampak politik di belakangnya, seyogianya Gubernur Ridho Ficardo makin mawas diri.

Maksudnya: ia seyogianya bisa memastikan bahwa semua bawahannya bisa menjalankan program dan cita-citanya dengan baik. Pelayanan kesehatan prima merupakan salah satu program Gubernur Ridho. RSUAM sebagai rumah sakit ramah anak juga menjadi cita-cita Gubernur Ridho Ficardo.

Sebab itu, kalau Gubernur Ridho Ficardo serius mewujudkan cita-citanya, ada baiiknya segera bereskan masalah administrasi di RSUAM. Kasus sewa ambulans harus diusut tuntas. Yang dialami keluarga Delpasari kemungkinan besar barulah fenomena pucuk gunung es. Dan itu boleh terus dibiarkan.

Oyos Saroso H.N.