Beranda News Covid-19 Ibu dan Bayi Warga Lampung Lampung Utara Positif Covid-19

Ibu dan Bayi Warga Lampung Lampung Utara Positif Covid-19

182
BERBAGI
Ketua Sekretariat Posko Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lampung Utara, Sanny Lumi menyampaikan penambahan 9 kasus baru Covid-19, Selasa (13/10/2020).
Ketua Sekretariat Posko Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lampung Utara, Sanny Lumi menyampaikan penambahan 9 kasus baru Covid-19, Selasa (13/10/2020). Foto: Teraslampungcom/Feaby Handana

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lampung Utara kembali menemukan sembilan kasus baru pasien positif virus Corona, Selasa (13/10/2020). ‎Ke-9 kasus baru itu berasal dari lima kecamatan.

“Sembilan kasus baru kembali ditemukan ‎hari ini,” terang Ketua Sekretariat Posko Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lampung Utara, Sanny Lumi, Selasa malam (13/10/2020).

Ke-9 warga itu adalah Nu (perempuan berusia 60 tahun dari Abungtinggi), LM (perempuan ‎dengan usia 19 tahun asal Abung Selatan), SH (laki – laki berusia 63 dari Kotabumi). Kemudian, ZAA (balita laki – laki berusia 10 bulan asal Kotabumi Selatan), MP (perempuan dengan usia 33 tahun dari Kotabumi Selatan), Su (laki – laki dengan umur 60 tahun juga dari Kotabumi Selatan).

Selanjutnya, ‎AM (laki – laki berusia 35 tahun dari Abungkunang), Se (laki – laki 35 tahun juga dari Abungkunang), terakhir Ju (laki – laki berusia 66 tahun dari Kotabumi Selatan.

Untuk kasus dari Abungtinggi, yang bersangkutan diduga terpapar virus usai menghadiri hajatan kerabatnya di Bandarlampung pada 30 September lalu. Sementara untuk kasus dari Abung Selatan, LM diketahui memiliki riwayat kontak denggan pasien positif sebelumnya dari Kotabumi Selatan.

“Adapun pasien SU‎ diketahui bekerja sebagai pedagang,” tutur dia.

Selanjutnya, untuk pasien MP, ZAA, dan SH, paparan virus didapat mereka dari pasien positif sebelumnya yang sempat pergi ke Jakarta. Hal yang juga terjadi pada AM dan Se dari Abungkunang. Mereka diduga terpapar virus dari pasien positif yang baru pulang dari Jakarta.

“Sedangkan ‎pasien Ju sebelum positif sempat kontak erat dengan pasien positif sebelumnya yang bekerja sebagai tenaga kesehatan. Mereka seluruhnya melakukan isolasi mandiri,” terangnya.

Loading...