Beranda Hukum Kriminal Ibu Muda di Tanggamus Lolos dari Upaya Pemerkosaan, Ini yang Dilakukannya

Ibu Muda di Tanggamus Lolos dari Upaya Pemerkosaan, Ini yang Dilakukannya

213
BERBAGI
Tersangka HR (28), warga Pekon Way Liwok, Kecamatan Wonosobo diamankan petugas Polsek Wonosobo
Tersangka HR (28), warga Pekon Way Liwok, Kecamatan Wonosobo diamankan petugas Polsek Wonosobo.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

TANGGAMUS — Seorang ibu muda di Tanggamus berinisial MA (35), berhasil lolos dari upaya pemerkosaan yang dilakukan oleh pemuda berinisial HR (28), warga Pekon Way Liwok, Kecamatan Wonosobo.

Pelaku berhasil ditangkap warga Selasa 30 Oktober 2018 lalu sekitar pukul 16.30 WIB, saat berusaha kabur dari rumah korban lalu diserahkan ke Mapolsek Wonosobo.

“Pada Selasa 30 Oktober 2018 sore lalu sekitar pukul 16.30 WIB, tersangka HR diamankan warga dan dibawa ke rumah Kepala Pekon (Kakon) Karang Anyar usai mencabuli korban seorang wanita yang sudah bersuami,”kata Kapolsek Wonosobo, AKP Edi Qorinas, Jumat 2 November 2018.

Dikatakannya, tersangka HR digelandang ke Mapolsek Wonosobo, setelah petugas mendapatkan informasi dari Kepala Pekon Karang Anyar.

“Pelaku yang masih berstatus bujangan, ditetapkan tersangka berdasarkan alat bukti keterangan korban dan saksi. Selain itu juga, pelaku mengakui semua perbuatannya,”ujarnya.

AKP Edi Qorinas mengutarakan, kronologi kejadian itu, tersangka HR melakukan perbuatan bejat cabul terhadap korban tersebut di dalam kamar rumah korban di Pekon Karang Anyar, Kecamatan Wonosobo, pada Selasa 30 Oktober 2018 lalu sekitar pukul 14.30 WIB.

“Siang itu korban sedang menidurkan anaknya di dalam kamar, tersangka HR ini tiba-tiba masuk ke rumah korban dengan membawa gunting, tersangka langsung menodong dan mengancam korban menggunakan gunting yang sudah dibawanya itu,”ungkapnya.

Saat itu, kata AKP Edi Qorinas, tersangka HR memegang gunting ditangan kanannya, dan tangan kirinya memegangi bagian sensitif dada sebelah kiri korban. Tidak hanya itu saja, tersangka juga menyikap (buka) baju daster yang dikenakan korban sampai setinggi paha.

“Tersangka HR memang kerap datang bertamu ke rumah korban, sehingga paham kondisi rumah korban dan saat suami korban sedang tidak ada di rumah,”bebernya.

Pada saat kejadian itu, di rumah korban hanya ada korban dan anaknya saja yang masih balita tidur di rumah. Merasa nyawa dan kehormatannya terancam, korban pun tidak kehilangan akal agar bisa selamat dari ancaman dan pemerkosaan yang akan dilakukan tersangka HR. Dengan cerdik, korban mengajak tersangka mengobrol untuk mengulur-ulur waktu sembari menunggu suaminya pulang.

“Korban berhasil membujuk tersangka hingga akhirnya sampai suami korban pulang ke rumah, dan suami korban pulang. Mengetahui hal itu, tersangka langsung kabur melalui pintu dapur belakang rumah korban,”terangnya.

Selanjutnya, korban menceritakan kejadian pencabulan yang dialaminya itu kepada suaminya. Lalu suami korban dibantu warga setempat, berusaha mengejar tersangka HR dan berhasil menangkap tersangka saat berusaha kabur taklama berselang setelah kejadian.

“Atas perbuatannya, tersangka HR dijerat Pasal 289 KUHPidana dengan ancaman hukuman pidana penjara 9 tahun,”jelasnya.

Dia menambahkan, akibat kejadian tersebut, korban merasa trauma dan takut pulang ke rumahnya. Dari keterangan korban saat mengancam dan mau menggagahi korban, tersangka mengaku tidak takut dipenjara karena pernah membunuh orang.

“Motif tersangka melakukan perbuatan bejat tersebut, karena suka dengan korban meski korban sudah memiliki suami dan anak. Aksi yang dilakukan tersangka terhadap korban, memang sudah direncanakan,”pungkasnya.

Loading...