Beranda Teras Berita Ibu Rumah Tangga Diancam Hukuman Mati karena Kendalikan Bisnis 39 Kg Ganja

Ibu Rumah Tangga Diancam Hukuman Mati karena Kendalikan Bisnis 39 Kg Ganja

368
BERBAGI

Zainal Asikin/Teraslampung.com

Barang bukti ganja sebanyak 41 kg disita Dirresnarkoba Polda Lampung dari tersangja Riki Aditya dan Sunaini., Jumat 18 September 2015.

BANDARLAMPUNG – Sunaini (43) Ibu rumah tangga (IRT), warga Jalan Bumi Manti Gang Nangka III, Kelurahan Kampung Baru Raya, Kedaton, Bandarlampung dan Riki Aditia alias Acil warga Perum Bunga Mustika, Kelurahan, Hajimena, Natar, Lampung Selatan duduk dikursi pesakitan
Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Kamis (7/1). Dalam persidangan tersebut, keduanya didakwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ponco Santoso atas kepemilikan 41 paket ganja seberat 39 kilogram.

Dihadapan majlis hakim yang dipimpin Akhmad Lakoni, terdakwa Sunaini dan Riki dikenakan Pasal 114 ayat (2) dalam dakwaan pertama. Kemudian dalam dakwaan kedua, dikenakan Pasal 112 ayat (2) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

“Jeratan pasal tersebut, membuat kedua terdakwa, Sunaini dan Riki terancam hukuman mati atau ancaman hukuman pidana penjara 20 tahun  oleh majlis hakim pengadilan,”kata JPU, Kamis (7/1/2016).


BACA: Napi Lapas Way Hui Diduga Kendalikan Ganja Asal Aceh

Dalam dakwaannya, Ponco Santoso mengungkapkan, kejahatan kedua terdakwa terungkap pada Rabu (16/8/2015) lalu oleh unit Opsnal SubditIII Ditres Narkoba Polda Lampung. Polisi mendapatkan informasi dari masyarakat, bahwa saksi Rizki Aditia alias Acil telah mengedarkan narkoba jenis ganja di wilayah Kecamatan Kedaton, Bandarlampung.

“Dari informasi itu, anggota kepolisian dari Ditres Narkoba Polda Lampung melakukan penyelidikan sekitar pukul 18.30 WIB. Petugas melihat Rizki berada di pinggir Jalan Soekarno-Hatta by pass membawa sesuatu, petugas kemudian melakukan penggeledahan dan penangkapan terhadap
Acil,”ujarnya.

Berdasarkan keterangan Riki, tiga paket ganja itu atas perintah Jul (DPO) dan terdakwa Sunaini. Petugas membawa Riki ke rumah terdakwa Sunaini, dari rumah terdakwa polisi melakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap terdakwa Sunaini. Kemudian sekitar pukul 21.00 WIB, polisi membawa Riki Aditia ke rumahnya, saat dilakukan penggeledahan petugas menemukan 38 paket ganja kering.


BACA: Polda Lampung Sita 40 Kg Ganja dari Dua Pengedar Jaringan Aceh

“Ganja tersebut, disimpan Riki diatas plafon rumahnya. Total barang bukti yang disita Ditres Narkoba Polda Lampung, sebanyak 41 pakaet ganja kering dengan berat 39 kilogram,”ungkapnya.

Diketahui, bahwa ganja milik Riki dan Sunaini itu akan dijual kepada pemesannya bernama Koko dan Yanto atas perintah Jul sebanyak 1kilogram. Sunaini menerima perintah dari Jul (DPO) yang sedang berada di Aceh dan merupakan residivis Lapas Rajabasa atas kasus narkoba. Sedangkan Riki bertugas untuk menjemput 41 paket barang haram itu dari Bandara Raden Intan II.

“Terdakwa Sunaini meneruskan perintah tersebut kepada Riki agar dapat dikirimkan kepada pemesan. Dari tugas sebagai kurir itu, Riki dijanjikan upah oleh Jul dan terdakwa Sunaini Rp200 ribu per kilogram,” pungkasnya.