Beranda Hukum Narkoba Ibu Tiga Anak Ditangkap Saat akan Transaksi Sabu di Jalan Kartini Bandarlampung

Ibu Tiga Anak Ditangkap Saat akan Transaksi Sabu di Jalan Kartini Bandarlampung

590
BERBAGI
Tersangka Widoria Restu Mangesti ditangkap polisi.

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Tim khusus antibandit (Tekab) 308 Polsekta Tanjungkarang Barat meringkus seorang ibu rumah tangga (IRT), Widoria Restu Mangesti (24), pengedar sabu-sabu, saat akan transaksi narkoba di Jalan Kartini, Tanjungkarang Pusat depan Hotel Gading, pada Selasa (13/6/2017) dinihari sekitar pukul 01.30 WIB.

“Saat ditangkap, ibu tiga anak itu sedang menunggu pembeli untuk bertransaksi narkoba,” kata Kapolsekta Tanjungkarang Barat, Kompol Harto Agung Cahyono, Kamis (15/6/2017).

Dari penangkapan tersangka, petugas menyita barang bukti berupa satu paket kecil sabu-sabu.

Harto mengutarakan, penangkapan pengedar sabu-sabu tersangka Widoria tersebut, beradasarkan tindaklanjut informasi dari masyarakat kepada polisi, bahwa akan adanya transaksi narkoba di Jalan Kartini, Tanjungkarang Pusat.

“Dari Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti, petugas melakukan penyisiran di seputaran Jalan Kartini,”ungkapnya.

Pada saat di depan Hotel Gading, kata Harto, petugas melihat ada seorang perempuan sedang berdiri sendirian di pinggir jalan dengan gerak-gerik yang mencurigakan. Saat didekati, tampak kebingungan dan akan membuang bungkusan dari tangannya petugas langsung menangkapnya.

“Saat digeledah, ditemukan satu paket sabu-sabu. Barang haram tersebut, disembunyikan Widoria di dalam saku pakaiannya. Widoria mengakui, sabu-sabu itu adalah miliknya dan akan dijual kepada orang lain yang sudah memesannya,”terang Alumnus Akpol 2005 ini.

Mantan Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah ini memaparkan, dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku baru sekitar tiga bulan mengedarkan sabu-sabu. Selain sebagai pengedar, Widoria juga sebagai pemakai dan sudah sejak tiga tahun silam tersangka menjadi pemakai narkoba.

“Barang haram tersebut, didapatkan Widoria dengan cara membeli dari seorang bandarnya di daerah Kedaton,”paparnya.

Satu paket sabu-sabu, lanjut Harto, dibeli tersangka Widoria seharga Rp 1 juta dan dijual kembali seharga Rp 1,8 juta. Hasil keuntungan menjual sabu-sabu, digunakan tersangka Widoria untuk membeli sabu-sabu kembali dan juga kebutuhan sehari-hari untuk tiga orang anaknya.

“Kami masih mengembangkan kasusnya, untuk mencari bandar narkoba tersebut yang telah memasok sabu-sabu ke Widoria,”jelasnya.

Loading...