Beranda Hukum Idul Fitri, 2.816 Napi dan Tahanan Dapat Remisi

Idul Fitri, 2.816 Napi dan Tahanan Dapat Remisi

218
BERBAGI
Zaenal Asikin/Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi
Manusia (Kemenkum Ham) Provinsi Lampung, memberikan pengurangan masa
hukuman atau remisi khusus kepada narapidana (napi) dan tahanan sebanyak
2.790 orang dan 26 orang mendapat remisi bebas. Remisi tersebut
diberikan untuk narapidana beragama Islam pada Hari Raya Idul Fitri 1435
Hijriah/2014 Masehi.

Kepala
Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Lampung, Nyoman
Putra Surya Atmaja, dalam pemberian remisi khusus I (RK I) tersebut, terdapat
26 narapidana yang langsung bebas. Mereka umumnya masa hukumannya tinggal
15 hari hingga dua bulan lagi. Sementara itu, para napi lainnya yang menerima
pengurangan masa hukuman atau remisi khusus II (RK II) sebanyak 2.790
orang.

 “Remisi ini diberikan untuk para tahanan
dan narapidana yang beragama Islam selama 15 hari hingga 60 hari ke depan
atau selama dua bulan agar mereka dapat merayakan Idul Fitri, ” kata
Nyoman, Jumat (25/7).

Dijelaskannya,
remisi khusus Lebaran itu diberikan kepada narapidana umum dan khusus
yang telah memenuhi persyaratan dan dinilai berkelakuan baik selama
menjalani masa hukumannya di Lembaga Pemasyarakatan (LP), Rumah Tahanan
Negara (Rutan).

Pemberian remisi, kata Nyoman, sesuai dengan petunjuk Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun
2012 yang berisi tentang syarat dan tata cara pelaksanaan HAM warga binaan
pemasyarakatan khususnya berkaitan dengan pemberian remisi, asimilasi, dan pembebasan bersyarat bagi pelaku tindak
pidana.

“Narapidana
yang diberikan remisi itu, sesuai usulan dari 10 Kepala Lapas dan enam
Kepala Rutan, yang tersebar di 14 kabupaten dan kota di daerah kerja
Kanwil Kemenkum HAM Lampung. Setiap narapidana yang diusulkan berhak
mendapat remisi akan disetujui sesuai haknya yang diatur dalam Undang
Undang,” kata dia.

Menurut
Nyoman, jika seorang napi dan tahanan sudah menjalani enam bulan masa
tahanan dan berkelakuan baik, maka remisi khusus ini baru bisa
diberikan. Namun,  napi yang sedang
mendapatkan masalah atau terlibat perkelahian di dalam Lapas dan Rutan
tidak berhak
mendapatkan
remisi.

“Bahkan, jika dinilai telah melakukan pelanggaran
berat, maka hak mendapatkan remisi itu akan dicabut,” kata dia.

Nyoman
mengatakan, selain remisi khusus Hari Raya Idulfitri, pada 17 Agustus 2014 nanti
para narapidana tersebut akan diberi remisi.

 
Saat
ini jumlah narapidana (napi) dan tahanan yang menghuni 16 Lapas dan
Rutan di wilayah Lampung sebanyak 5.731 orang. Perinciannya: 3.786 orang
napi dan 1.945 orang tahanan.



Loading...