Beranda News Bandarlampung Ikuti Pengundian Nomor Urut, Herman HN Diiringi Keprak Rebana Ibu-Ibu Anggota Pengajian

Ikuti Pengundian Nomor Urut, Herman HN Diiringi Keprak Rebana Ibu-Ibu Anggota Pengajian

165
BERBAGI
Herman HN dan Yusuf Kohar diiringi ibu-ibu anggota kelompok pengajian saat tiba di Hotel Emersia, Rabu malam (26/8). Foto: Ist

BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com — Sejak kemenangannya dalam Pilkada Bandarlampung 2010 lalu, Herman HN sering dikaitkan dengan luar biasanya dukungan setia ibu-ibu anggota pengajian. Hal itu juga terlihat saat menjelang acara pengundian dan penetapan nomor urut pasangan calon Walikota-Wakil Walikota Bandarlampung 2026-2021, di Hotel Emersia Bandarlampung, Rabu malam (26/8).

Mengenakan seragam dominasi warna merah, ratusan ibu anggota kelompok pengajian tampak antusuas mengiringi kedatangan Herman HN di lokasi acara, Mereka menabuh rebana, mengiringi kedatangan calon Walikota Herman HN  dan Wakil Walikota Bandarlampung Yusuf Kohar. Sesekali mereka berteriak,”Hidup Pak Herman HN!”

“Saya senang ikut dalam acara ini mengiringi pak Herman HN dan Yusuf Kohar mengundi nomor urutnya. Insaalah mereka berdua bisa menang pada Pilkada 9 Desember mendatang,” kata Aminah , salah satu penabuh rebana dan pendukung setia Herman HN.

Aminah dan ibu-ibu pengajian lainnya tetap bersemangat menabuh rebana dengan keprakan tangannya meski tidak bisa memasuki ruangan acara pengundian karena tidak memiliki kartu undangan.

“Kami tetap antusias mendukung pak Herman HN, meski hanya bisa melihat dari luar saja,” ujar Sutinah, juga pendukung setia Herman HN.

Rapat pleno terbuka pengundian dan penetapan nomor urut serta daftar pasangan calon walikota dan wakil walikota periode 2016 –  2021, berlangsung  tertib dan aman. Ratusan pengujung acara tidak semuanya bisa memasuki acara tersebut kecuali yang memiliki undangan.

Keamanan terlihat juga saat pengunjung akan masuk ruangan diperiksa dengan metal detector.Selain itu, terlihat puluhan  polisi berjaga jaga di sekitar lokasi acara baik berpakain resmi maupun pakaian sipil,

Mas Alina Arifin