Beranda Views Kopi Pagi Ilmu Belajar

Ilmu Belajar

334
BERBAGI
Ridwan Saifuddin

Sewaktu menyosialisasikan lomba Teknologi dan Inovasi Terapan 2013 yang dilaksanakan Litbang Bappeda, hadirin mempertanyakan berapa hadiah bagi pemenang lomba. Menurut mereka hadiah harus besar, agar sesuai dengan biaya untuk membuat teknologi terapan dimaksud.

Sewaktu KORPRI Kota Metro mengadakan lomba karya tulis ilmiah untuk pegawai dalam rangka milad ke-42, ada pegawai yang beralasan kenapa dia tidak mengikuti lomba karya tulis tersebut: karena jurinya cuma bergelar S-2.
Dua kasus di atas menggambarkan bagaimana persepsi kebanyakan orang terhadap sebuah permasalahan dan tantangan. Ternyata jenjang pendidikan formal tidak selalu linier terhadap cara pandang seseorang. Jenjang pendidikan tidak otomatis berpengaruh terhadap kualitas persepsi seseorang.
Pendidikan selama ini identik dengan proses dan hasil dari belajar ilmu. Lebih mendasar, manfaat pendidikan seseorang ditentukan oleh pemahaman tentang ilmu belajar. Ilmu belajar inilah yang menentukan cara pandang atau persepsi seseorang terhadap suatu permasalahan dan tantangan. Relevan dengan petuah bijak tentang ilmu padi.
Orang yang hanya belajar ilmu condong menghargai ilmunya berdasarkan imbalan yang diterima. Mau ikut lomba teknologi terapan karena besar hadiahnya. Mau ikut lomba karya tulis karena jurinya. Mau berfikir kalau ada honornya. Mau milih karena duitnya. Dan semacamnya.
Ilmu belajar ini sebenarnya yang menentukan kemanfaatan seseorang yang belajar ilmu. Ilmu belajar mendorong orang untuk produktif dan kreatif; terbuka dengan wawasan dan pandangan baru. Ilmu belajar menjauhkan orang dari sifat sombong karena gelar. Ilmu belajar menjadikan ilmu seseorang membawa manfaat. Dengan ilmu belajar, seseorang akan lebih berorientasi pada pemecahan masalah dan permasalahan. Ilmu belajar itu altruistis; berorientasi mengembangan dan memanfaatkan ilmu bagi orang lain.
Tanpa ilmu belajar, orang tidak akan tertantang dengan masalah dan permasalahan. Masalah itu kesenjangan antara yang seharusnya dan senyatanya. Masalah umumnya negatif. Sementara, permasalahan adalah kesenjangan antara keinginan (visi yang belum tercapai) dengan kondisi sekarang. Permasalahan bisa hal positif atau ideal.
Kalau kita melihat negara lain yang kondisi alamnya tidak lebih baik dari kita, tetapi bisa lebih maju, itu adalah permasalahan yang perlu kita jawab, sehingga kita tidak tertinggal darinya. Kalau kita melihat sulit sekali mendisiplinkan pegawai, itu adalah masalah yang harus dipecahkan, sehingga tidak semakin parah.
Orang dengan ilmu belajar akan tertantang untuk mencari solusi atas suatu masalah dan permasalahan. Orang dengan ilmu belajar tidak nyaman jika tidak berbuat yang ia bisa. Orang dengan ilmu belajar tidak akanmenghindari permasalahan. Orang dengan ilmu belajar akan memberi andil menjawab tantangan, tidak justru menjadi sumber atau memperumit persoalan.
Dengan ilmu belajar kita akan lebih kritis dan peka terhadap permasalahan. Bukan peka terhadap hadiah atau imbalan. Tanpa ilmu belajar, masalah dan permasalahan dianggap tidak ada artinya, yang menjadi muasal kita tidak maju-maju. Tanpa ilmu belajar, orang yang hanya belajar ilmu tidak akan tertantang oleh lingkungannya. Orang yang membanggakan ilmu bisa menjadi sombong, angkuh dengan gelarnya, karena tidak tahu ilmu belajar.
Ilmu belajar itu yang penting dibudayakan. Dengan ilmu belajar itulah kita mengejar visi. Apalagi Metro punya visi membangun budaya belajar warganya. Maka, menjadi wajib, warganya untuk belajar tentang ilmu belajar. Tidak berhenti belajar ilmu. Ilmu belajar inilah yang akan membuat kita unggul. 
Bagi orang  yang merasa cukup dengan belajar ilmu, yang bangga dengan gelar, yang hanya mau berbuat karena hadiah yang besar, ingat, bahwa tidak ada di dunia ini orang dihormati karena gelar pendidikannya. Orang dihormati dan dimuliakan itu karena kebijaksanaannya, pemikirannya, dan hasil kerjanya yang bisa dirasakan oleh orang lain.
Loading...