Impor Lampung Naik 11,69 Persen

  • Bagikan
Ilustrasi impor Lampung

TERASLAMPUNG.COM-Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung merilis nilai impor non migas Provinsi Lampung pada November 2016 mencapai US$224,41 juta atau jumlah ini mengalami kenaikan sebesar US$23,48 juta atau naik 11,69 persen dibandingkan pada Oktober 2016 yang tercatat US$200,93 juta. Nilai impor November 2016 tersebut lebih tinggi US$28.27 juta atau naik 14,42 persen jika dibandingkan Oktober 2015 yang tercatat US$196,14 juta.

Menurut Kabid Statistik dan Distribusi BPS Provinsi Lampung Bambang Widjonarko, kenaikan impor ini terjadi pada dua golongan barang utama diantaranya kembang gula 24, 86 persen dan biji-bijian berminyak naik 42.44 persen. Sedangkan tiga golongan barang utama yang mengalami penurunan yaitu ampas/sisa industri mkanan turun sebesar 66,41 persen, binatang hidup turun sebesar 39,71 persen dan mesin-mesin/pesawat mekanik turun sebesar 50,93 persen

Sementara itu, andil impor ada lima golongan barang utama terhadap total impor Provinsi Lampung pada November 2016 mencapai 37,80 persen, dengan rincian sebagai berikut ; gula dan kembang gula 24.14 persen, biji bijian berminyak 3,88 persen, ampaslsisa industri makanan 3,71 persen, binatang hidup 3,59 persen, mesin- mesin pesawat mekanik 2,48 persen. Sedangkana andil impor migas terhadap total impor yaitu sebesar 53,99 persen.
“Negara pemasok barang impor ke Provinsi Lampung pada November 2016 menurut kelompok negara utama berasal dari Qatar sebesar US$57,61 juta, Brazil US$30,41 juta, Saudi Arabia US$17,45 juta, Tiongkok US$12.18 juta, Australia US$8,40 juta, Amerika Senkat US$10,89 juta Jika dilihat menurut kelompok negara, impor terbesar berasal dari kelompok negara utama lainnya yang mencapai US$136,95 juta, kemudian dikuti Asean US$72,93 juta dan Uni Eropa US$251 juta,”katanya pada Konpres Kamis (15/12)  .

  • Bagikan