Beranda Ekbis Ekonomi Indonesia 10 Besar Ekonomi Dunia, Happy Ending Presiden SBY

Indonesia 10 Besar Ekonomi Dunia, Happy Ending Presiden SBY

123
BERBAGI
Presiden SBY (ist)

JAKARTA, Teraslampung.com – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan mengakhiri masa jabatannya dengan happy ending di bidang ekonomi dan kesehatan. Selain sukses merestrukturisasi pola penanganan jaminan kesehatan masyarakat dengan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), ekonomi Indonesia kini juga membaik.

Berdasarkan laporan Bank Dunia,  dari sisi Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product/ GDP), saat ini Indonesia masuk ke dalam 10 negara ekonomi besar dunia berdasarkan keseimbangan kemampuan berbelanja (purchasing power parity-red). Posisi inilah yang sangat berat untuk dipertahankan atau ditingkatkan presiden Indonesia pengganti SBY.

“Alhamdulillah akibat upaya dan kerja keras kita semua, World Bank telah memasukkan Indonesia ke dalam 10 ekonomi besar dunia,” kata Presiden, melalui akun twitternya @SBYudhoyono,belum lama ini.

Presiden SBY mengatakan dari ukuran GDP (PPP) Indonesia menempati peringkat 10 dengan “share” 2,3% dari total GDP dunia. Raihan itu cukup membanggakan dan memberikan optimisme bagi Indonesia karena hal itu berarti Indonesia melampaui banyak negara.

“Sepuluh negara dengan ekonomi di dunia saat ini menurut Bank Dunia adalah Amerika Serikat, Tiongkok, India, Jepang, Jerman, Rusia, Brasil, Perancis, Inggris dan Indonesia,” kata Presiden.

Presiden mengharapkan capaian tersebut dapat menjadi modal bersama untuk meningkatkan kemampuan ekonomi nasional dan mendorong tercapainya bangsa yang lebih sejahtera.

Kaitan dengan presiden penggantinya, Presiden SBY berharap yang akan menggantikan dirinya kelak adalah sosok pekerja keras sehingga akan membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.

Jauh sebelum menempati posisi 10 besar ekonomi dunia, beberapa saat sebelum terjadi krisis moneter 1997-1998 Indonesia juga banyak disebut sebagai “Macan Ekonomi Asia”. Namun, tak lama setelah kebanggaan itu didengung-dengungkan, perekonomian Indonesia terpuruk. Nilai rupiah jatuh. Krisis ekonomi terjadi. Kekacaun terjadi di beberapa tempat di Indonesia dan memaksa Presiden Soeharto segera pulang dari lawatannya di Mesir. Pada 21 Mei 1998 Soeharto mengundurkan diri sebagai Presiden RI. (B. Satriaji/Dewi Ria Angela)

Loading...