Beranda News Nasional Indonesia Minta AS Desak Israel Hentikan Pembatasan Ibadah di Masjid Aqsa

Indonesia Minta AS Desak Israel Hentikan Pembatasan Ibadah di Masjid Aqsa

408
BERBAGI
Menlu Retno ?saat melakuka?n pertemuan dengan Menlu AS Rex Tillerson di Washington beberapa waktu lalu. (foto: Kemlu)

TERASLAMPUNG.COM — Indonesia meminta Amerika Serikat mendesak Israel menghentikan pembatasan beribadah dan tindakan kekerasan di Masjid Al-Aqsa. Pesan ini disampaikan Menlu RI Retno Marsudi dalam pembicaraan per telepon dengan Menlu AS, Rex Tillerson, Sabtu (22/07), pukul 22.30 WIB.

Dikutip dari rilis Kementerian Luar Negeri, Menlu Retno mengaku sangat khawatir dengan semakin memburuknya situasi di kompleks Masjid Al-Aqsa. Menurutnya, tindak kekerasan oleh pihak keamanan Israel dalam beberapa waktu terakhir tidak saja telah mengakibatkan 3 korban meninggal dan lebih dari seratus korban luka-luka, namun telah meningkatkan ketegangan dan sangat membatasi kegiatan beribadah di Masjid Al-Aqsa.

Indonesia yang mengutuk meninggalnya 3 orang pemuda Palestina, menegaskan pentingnya agar segera diambil langkah agar eskalasi kekerasan dan ketegangan dapat dihentikan. “Penurunan eskalasi penting sekali dilakukan untuk mencegah situasi semakin memburuk,” lanjut Menlu Retno.

Dalam pembicaraan telephone tersebut, Menlu AS juga menyampaikan kekhawatiran yang sama terhadap situasi di Kompleks Masjid Al-Aqsa. Menlu AS menyampaikan kalau pihaknya telah melakukan pembicaraan dengan Yordania, Palestina, dan Israel.

Disebutkan juga bahwa Menlu AS sepakat dengan Indonesia mengenai pentingnya mencegah meningkatnya eskalasi di Kompleks Masjid Al-Aqsa. Menlu AS juga menegaskan agar status quo terkait status kompleks Masjid Al-Aqsa juga penting untuk tetap dipelihara.

Selain dengan Menlu AS, Menlu Retno juga telah melakukan komunikasi intensif dengan Menlu Yordania, Palestina, Turki, Sekjen OKI agar situasi di Kompleks Al Aqsa tidak memburuk dan kegiatan beribadah dapat segera dipulihkan. Intensitas diplomasi Indonesia juga ditingkatkan di beberapa perwakilan, antara lain di Baku, Amman, Washington DC dan New York guna mengirim pesan yang kuat dan menyampaikan posisi Indonesia mengenai situasi di Kompleks Masjid Al-Aqsa.