Beranda Views Opini Indonesia Negeriku Lampung Barat Kopiku

Indonesia Negeriku Lampung Barat Kopiku

400
BERBAGI
Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus

Oleh Parosil Mabsus
Bupati Lampung Barat

Sebagian besar perkebunan kopi Lampung di dataran tinggi Lampung merupakan perkebunan rakyat yang terpusat di daerah Lampung Barat, Way Kanan, dan Tanggamus. Di pasaran nasional kopi lampung sudah cukup terkenal. Bahkan, selama ini ekspor kopi Lampung didominasi pada jenis kopi robusta dengan kualitas (grade) IV/sangat baik. Jika dilihat dari produksi nasional, peran tiga provinsi di Sumatera, yaitu Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Lampung merupakan penghasil sekitar 80% kopi robusta Indonesia. Terkhusus lagi untuk Kabupaten Lampung Barat yang merupakan produsen kopi Robusta terbesar di Provinsi Lampung.

Kopi adalah denyut nadi bagi hidup dan kehidupan di Kabupaten Lampung Barat. Ada ribuan masyarakatnya yang meneruskan tradisi sebagai petani kopi robusta. Mereka melewati pergantian musim dan menikmati ragam kisah hidup di sela-sela ribuan batang kopi. Buah kopi juga bercerita sebagaimana disimbolkan dalam bentuk biji kopi sebanyak 24 buah dengan daunnya 9 lembar yang bermakna tanggal 24 bulan September sebagai hari Jadi Kabupaten Lampung Barat. Simbol itu terdapat di lambang Kabupaten Lampung Barat.

Kopi robusta Lampung menjadi penggerak utama ekonomi rakyat di Negeri Beguai Jejama. Dapur mengepul, telepon seluler berdering, kendaraan bergerak, dan terisinya paket data di gaget kaum milineial merupakan buah dari setiap timbangan green bean kopi robusta.

Jika kelak kau berkunjung ke Bumi Sekala Brak, sajian puluhan ribu hektare perkebunan kopi menjadi menu utama yang menemanin perjalananmu. Hamparannya terbentang dari Sumberjaya, Kebuntebu, Gedungsurian, Airhitam, Sekincau, Way Tenong, Batuketulis, Belalau, Balikbukit, Pagardewa hingga Lumbok Seminung. Luar biasa bukan? Tidak berlebihan jika slogan “IndonesiaNegeriku Lampung Barat Kopiku” disematkan kepada kabupaten ini.

Kondisi ini semakin dikuatkan Kementerian Pertanian melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 46/KPTS/PD.300/1/2015 yang menabalkan Lampung Barat sebagai salah satu kawasan perkebunan nasional. Bahkan, menjadi penyuplai 38 persen kopi di Lampung dan masuk 7 persen secara nasional.

Selanjutnya, di bawah kepemimpinan Bupati Parosil Mabsus-Wakil Bupati Mad Hasnurin (PM) Pemerintah Kabupaten Lampung Barat berupaya melakukan berbagai terobosan (Hulu–Hilirisasi Kopi) sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Saya menyambut gembira terbitnya buku Ngupi Pai: Sesobek Kecil Ulun Lampungkarya Zulkarnain Zubairi ini. Buku ini menjadi kontribusi nyata Zulkarnain Zubairi sebagai penulis asli Lampung Barat kepada tanah kelahirannya. Terkait hal ini saya selaku pribadi dan selaku Bupati Lampung Barat mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya. Kelahiran buku Ngupi Pai ini membuat secangkir robusta Lampung akan terasa lebih nikmat.

Di sisi lain, penerbitan buku ini juga diharapkan bisa memicu semangat bagi para penggiat literasi di Lampung Barat. Seperti yang kita ketahui bersama, Lampung Barat telah dideklarasikan sebagai Kabupaten Literasi sejak setahun lalu, tepatnya pada 2 Mei 2018 lalu. Boleh dibilang keberadaan buku Ngupi Pai ini hendak mengampanyekan kopi dan literasi, dua dari banyak hal yang menjadi keunggulan dan kebanggaan Lampung Barat.

Harapannya, semoga upaya dan kerja keras yang kita lakukan mewujudkan Lampung Barat Hebat diberikan kemudahan. Terus berkarya karena “Literasi Kopi” menjadi komponen penting di dalam Lampung Barat Hebat. Teruslah bergerak. Saya percaya akan selalu ada jalan untuk kebaikan.
Selamat membaca.

* Tulisan ini merupakan pengantar untuk buku Ngupi Pai: Sesobek Kecil Ulun Lampung karya Zulkarnain Zubairi (Pustaka LaBRAK, 2019)

Loading...