Indosat di Masa Pandemi: Layanan 5G, Jaringan Makin Luas, Penjual Kartu Untung, Pelanggan Senang

  • Bagikan
Vebi Saputri di depan konter miliknya bersama Cluster Sales Manager Indosat untuk wilayah Pringsewu, Agus Juanda Putra Siregar

TERASLAMPUNG.COM– Kebutuhan internet yang sangt tinggi, terlebih pada masa pandemi Covid-19, memacu perusahaan telekomunikasi PT Indosat Tbk (ISAT) meningkatkan performanya agar bisa menjangkau masyarakat lebih luas. Peningkatan performa itu juga merupakan upaya menjawab tantangan makin sempitnya ruang gerak masyarakat akibat adanya pembatasan aktivitas melalui penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat  (PPKM).

PPKM harus dijalankan pemerintah dan mesti dipatuhi masyarakat. Kegiatan masyarakat kian terbatas, sedangkan secara riil mereka juga harus beraktivitas untuk mencari nafkah atau mengais rezeki.

Sementara itu, anak-anak sekolah harus belajar di rumah akibat penerapan PPKM tersebut. Belajar harus dilakukan secara dalam jaringan (daring). Para mahasiswa dan dosen pun jugta harus menjalankan proses belajar secara daring. Semua itu mensyaratkan adanya jaringan telekomunikasi yang baik.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Indosat meningkatkan performa dengan meningkatkan layanan berkualitas bagi kegiatan belajar hingga masyarakat yang bekerja dari rumah. Selain memperbanyak base transceiver station  atau BTS), Indosat juga memperluas layanan teknologi 5G melalui penguatan ekosistem mulai dari fiberisasi hingga jaringan transportasi yang sudah dimulai sejak 2019.

Peluncuran layanan 5G Indosat Ooredoo dilakukan di Solo pada 22 Juni 2021, disusul di Jakarta pada 26 Agustus 2021, dan Surabaya pada 16 September 2021. Layanan 5G Indosat diterapkan untuk mendorong inovasi dan pengembangan konten dan use case 5G lokal yang meningkatkan kehidupan masyarakat.

Dalam peluncuran di Surbaya, juga dibuka Nokia 5G Experience Centerdi  dibuka di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui kemitraan dengan Nokia, ITS, dan Universitas Oulu Finlandia. Fasilitas ini akan fokus menyediakan pendidikan, pengembangan, dan kemampuan pengujian di bidang 5G, dalam rangka membantu memperkuat talenta digital lokal, mempercepat pengembangan konten dan use case 5G lokal, dan mendorong pembangunan ekonomi dengan memanfaatkan keunggulan teknologi 5G.

Peluncuran Indosat Ooredoo 5G di Surabaya. Foto: dok Indosat

Selain Director and Chief Operating Officer Indosat Ooredoo, Vikram Sinha, peluncuran 5G Indosat di Surabaya dihadiri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, Sandiaga Uno; Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia, Nadiem Anwar Makarim; Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Indonesia, Ismail; Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa; Duta Besar Finlandia, Jari Sinkari; Rektor ITS, Mochamad Ashari; President Director Nokia Indonesia, KP Goh; serta Pemerintah Kota Surabaya dan Kabupaten Jember.

Kabar baik disampaikan President Director and CEO of Indosat Ooredoo, Ahmad Al-Neama, pada saat 5G di Surabaya.

“Saya sangat bersyukur dan bangga untuk meluncurkan layanan 5G Indosat Ooredoo di Surabaya sejalan dengan komitmen kami untuk terus menjadi yang terdepan dalam revolusi 5G di Indonesia. Teknologi ini akan membantu membuka banyak peluang bagi pendidikan, masyarakat, dan ekonomi daerah. Sebagai hasil kolaborasi kami dengan ITS, Nokia, dan Universitas Oulu Finlandia, kami hadirkan 5G Experience Center yang canggih untuk melengkapi inovasi dan pengembangan konten use case lokal yang relevan dengan kebutuhan kota ini. Dengan dukungan penuh dari Pemerintah, Indosat Ooredoo terus mempercepat transformasi Indonesia menjadi bangsa digital dan berkemampuan 5G,” katanya.

Menparekraf Sandiaga Uno pun menyambut baik langkah Indosat. Menurutnya, dengan adanya teknologi 5G maka akan mempercepat transformasi Indonesia menjadi bangsa digital.

“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan teknologi 5G untuk membangkitkan kembali industri pariwisata dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi kreatif yang nantinya akan berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja dan perkembangan ekonomi digital Indonesia,” katanya.

Sambutan positif juga disampaikan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia, Nadiem Anwar Makarim. Menurut Menteri Nadiem Makarim, inovasi di bidang teknologi harus sejalan dengan cita-cita Merdeka Belajar, yakni perbaikan sistem pendidikan Indonesia.

“Terobosan ini akan membantu meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, serta mendorong digitalisasi kampus-kampus di Indonesia. Selain itu, inisiatif ini sejalan dengan harapan kami melalui program Kampus Merdeka. Yakni bahwa kerja sama antara perguruan tinggi dengan mitra industri dan usaha akan menghasilkan terobosan yang bermanfaat bagi masyarakat,”katanya.

Teknologi 5G menawarkan kemampuan untuk mewujudkan berbagai use case unik yang mencakup semua industri serta bermanfaat bagi pemerintah dan pelanggan bisnis.  Beberapa use case paling canggih yang ditampilkan pada peluncuran ini termasuk Remote Classroom Education, 5G Security Operations, Collaborative Robot Demo, 5G Immersive Gaming, VR-enabled Fashion Experience, dan 5G Robotic and Manufacturing.

Indosat menjalankan 5G pada pita frekuensi 1800 MHz atau 1,8 Ghz dengan lebar pita 20 Mhz dalam rentang 1837,5 mhz – 1857,5 Mhz. Selain di Pulau Jawa, 5G akan diterapkan pada Tempat tepat prioirts utama destinasi wisata. Diantaranya Danau Toba Sumatera Utara, Borobudur di Jawa tengah, Mandalika di NTB, Labuan Bajo NTT, dan Likupang Sulawesi Utara.

Susanto, seorang mahasiswa di Institut Teknologi Surabaya (ITS), sangat senang dengan kehadiran 5G di Surabaya. Selain bisa meningkatkan performa dalam menjalankan tugas-tugas sebagai mahasiswa, layanan 5G juga juga memungkinkan ia bisa memperlancar usaha bisnisnya.

“Saya sedang merintis usaha dengan membangunan kanal Youtube. Saya perlu siaran langsung lewat Facebook dan Youtube. Dengan adanya layanan 5G, maka streaming pun menjadi lebih lancar,” katanya.

Jaringan Makin Luas: Penjual Kartu Untung, Pelanggan Puas

Perluasan jaringan dengan membangun tower BTS telah dilakukan Indosat di berbagai wilayah di Indonesia. Dengan makin banyaknya tower BTS yang dimiliki Indosat, beberapa wilayah yang tadinya blank spot menjadi memiliki sinyal Indosat yang sangat kencang.

Pemasangan tower BTS Indosat di Gema Karya , Natar , Lampung Selatan, misalnya, mendongkrak penjualan kartu Indosat banyak gerai ponsel.

Eva (34), pemilik Divanya Cell, Natar, penjualan kartu Indosat meningkat tajam tiga bulan terakhir sejak dibangun tower BTS .

“Penjualan kami meningkat tajam dalam seminggu bisa menjual hingga 100 kartu ,” katanya.

Menurutnya, sejak tower BTS Indosat dibangun di dekat tempatnya berusaha, penghasilannya meningkat tajam. Penjualan kartu Indosat mulai meningkat tajam hingga 100 pieces dalam seminggu.

“Sekarang, banyak pelanggan membeli kartu Indosat karena sinyalnya kencang dan tidak lambat, terutama pada siang hari. Sinyal sudah ada , diperkuat dengan adanya towernya BTS yang terletak 100 meter dari sini. Dan towernya ada disekitar permukiman penduduk,” katanya.

Eva mengakui, jualannya laku keras karena berada di pusat keramaian yang mana disini juga ada pasaran yang buka setiap Selasa dan Sabtu.

“100 kartu vocer 1,5 GB nggak sampai seminggu langsung ludes . Soalnya dua minggu sekali saya belanja,” ujarnya.

Menurutnya, kartu yang laku keras adalah kartu perdana dan kartu kuota Indosat 4 GB yang mini dan biasanya digunakan anak anak untuk main game . Banyak yang beli kuota Indosat 1,5 GB dan dalam seminggu saya dua kali belanja,” kata dia.

Biasanya pelanggan yang menggunakan kartu 1,5 GB adalah anak anak dan remaja yang rata rata dipakai untuk main game dan medsos .

Eva juga menjelaskan pelanggan kartu Indosat biasanya membeli pada pagi dan sore hari, bahkan hingga malam hari. Harga jual kartu kuota Indosat 1,5 GB adalah Rp10 ribu, kuita 4GB adalah Rp24 ribu.

Hal serupa diungkapkan Vebi Saputri (16), pemilik konter Poppy Cell di Desa Banjar Rejo,Kabupaten Pringsewu.

Ia mengaku ketika belum ada BTS sinyal Indosat tidak bisa ditangkap di desanya.

“Setelah ada BTS, penjualan kartu Indosat meningkat tajam sekitar 30 persen. Mungkin karena sinyal Indosat idi sini kencang sekali ya. Sekarang makin banyakn pembeli kartu Indosat baik kartu perdana 8 gigabyte maupun kartu kuota.

Menurut Vebi, yang paling banyak dibeli adalah kartu perdana Indosat 8 giga. “Sekitar puluhan pieces dan kuota 2,5 giga. Ini karena sinyalnya yang kencang siang dan malam bahkan sudah 4G,” kata siswa SMK Ma’arif Banyumas jurusan Teknik Komputer Jaringan ini.

Pengguna kartu Indosat, kata Vebi, biasanya para remaja yang menggunakan untuk sekolah daring , game online dan bermain media sosial.

Cluster Sales Manager Indosat untuk wilayah Pringsewu, Agus Juanda Putra Siregar, mengatakan BTS Banjar Rejo ini sudah mulai beroperasi sejak  Juli 2021 atau kurang lebih baru tiga bulan. Sebelumnya di wilayah Banjar Rejo tidak ada jaringan Indosat.

“Tetapi Indosat hadir langsung 4 G secara dan langsung 100 mbps . Dan dari sisi jaring belum ada masalah, namun masih harus terus agresif dalam promosi. Dari sisi peningkatan dari nol menjadi 30 persen,” kata Agus.

Agus juga menjelaskan ada program Indosat untuk konter yang bertujuan untuk bantu promosi produk data ori, 2, 8 dan 16 gigabyte

“Di sini terlihat ada peningkatan penjualan. Kita titip jual dan buktinya kartu Indosat laku terjual,” jelasnya. Kami coba kasih konter dengan harga miring. Akan kita berikan keuntungan  apabila bisa memajang produk Indosat, melakukan isi ulang ada bonus saldo, hadiah kaos, dan lain lain,” katanya.

Para mahasiswa, pelajar, dan pelaku UMKM di Lampung menyambut baik perluasan jaringan Indosat di Lampung.

Wirhadi, penjual makanan kecil di Natar, mengaku kini dengan sinyal kencang dari Indosat makin banyak pelanggan yang  mengorder jualannya. Ia mengaku tidak harus berjualan di pasar karena para pembeli memesan barangnya melalui aplikasi intenet.

“Ini sangat membantu saya. Oplah dagangan kami jadi naik. Tadinya rata-rata hanya beberapa item yang laku. Sekarang bisa sampai belasan item per hari,” katanya.

Hal senada diungkapkan Andoyo, dosen di sebuah perguruan tinggi di Pringsewu. Menurutnya, dengan makin luasnya jaringan Indosat, ia makin lancar dalam menggear pembelajaran secara daring dengan para mahasiswanya.

“Selama pandemi Covid-19 kan mahasiswa harus belajar di rumah. Nah, dulu sebelum jaringan Indosat sebaik sekarang, mahasiswa sering mengeluh karena Zoom Meeting sering terganggu. Sekarang semuanya lancar,” kata Andoyo.

Mas Alina

 

  • Bagikan