Beranda News Nusantara Ini 13 Sungai di Jakarta yang Berjasa Mengantar Air dari Hulu ke...

Ini 13 Sungai di Jakarta yang Berjasa Mengantar Air dari Hulu ke Laut

4392
BERBAGI
Peta Sungai dan Kanal di DKI Jakarta 2012. Sumber: Wikipedia
Peta Sungai dan Kanal di DKI Jakarta 2012. Sumber: Wikipedia

TERASLAMPUNG.COM — Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan seolah “buang badan” alias tidak mau disalahkan begitu saja ketika dua hari terakhir wilayah DKI Jakarta dilanda banjir. Menurut Anies, pengendalian banjir harus dari ulu, karena percuma Pemprov DKI Jakarta sudah  melakukan antisipasi banjir dengan jitu jika hulunya tidak beres.

Banjir kali ini memang besar, konon hampir menyamai banjir besar yang terjadi pada 2002 lalu. Ketika banjir mengepung wilayah DKI dan sekitarnya (Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi), mata publik pun menyorot ke arah Gubernur DKI Jakarta.

Anies sebenarnya tak perlu “buang badan”. Sebab, dari sononya atau dari zaman dulu wilayah DKI Jakarta memang daerah rendah. Dulu Jayakarta atau Jakarta adalah rasa yang memiliki 13 sungai. Dari dulu pula air daru hulu (Bogor) mengalir ke Jakarta, lalu melintasi sungai-sungai yang ada di Jakarta, kemudian masuk ke laut.

Sungai atau kali yang melintasi Kota Jakarta, dari barat ke timur, dengan anak sungainya antara lain adalah:  Kali Mookervaart, Kali Angke dengan anak kali Sungai Maja, Kali Pesanggrahan, Kali Grogol, Kali Krukut, Kali Baru Barat dengan anak sungai Kali Sekretaris, Kali Ciliwung dengan anak sungai Kali Cideng, Kali Baru Timur, Kali Cipinang, Kali Sunter, Kali Buaran, Kali Jati Kramat, dan Kali Cakung.

Belasan sungai itulah yang sejak ratusan tahun lalu berjasa mengantarkan air dari hulu hingga ke laut. Wilayah-wilayah yang berdekatan dengan sungai-sungai itu sangat berpeluang mendapatkan berkah banjir.

Kini, ketika Jakarta dan wilayah pendukungnya makin padat, sungai-sungai itu pun justru kerap dianggap sebagai problem. Berlelindan dengan masalah sosial, ekonomi, dan politik, akhirnya muncullah narasi-narasii bernada saling menyalahkan.

Ada narasi dari Anies Baswedan misalnya “Air hujan itu harusnya masuk ke bumi, bukan ke laut. Itu sunatullah…”

Narasi ini kemudian diimbangi dengan berbagai kontranarasi. Dan, ujung-ujungnya persoalan banjir di Jabodetabek tetap tidak bisa diatasi. Warga DKI Jakarta dan sekitarnya tetap susah ketika hujan deras beberapa jam melanda dan “air banjir antre” dengan sopannya masuk ke rumah.

Loading...
BERBAGI
Artikel sebelumyaRumah Tari Sangishu akan Gelar Srawung Seni Sawah di Lampung Selatan
Artikel berikutnyaPolsek Natar Bekuk Dua Pengedar Sabu-Sabu
Portal Berita Lampung: Terkini, Independen, Terpercaya