Beranda Ruwa Jurai Bandarlampung Ini Alasan 8 Ketua RT di Kelurahan Way Dadi Bandarlampung Kompak Mundur

Ini Alasan 8 Ketua RT di Kelurahan Way Dadi Bandarlampung Kompak Mundur

717
BERBAGI
Triyono, Kepala Lingkungan 1 Kelurahan Way Dadi,Sukarame, Bandarlampung yang baru diberhentikan dari jebatannya.

TERASLAMPUNG.COM — Delapan ketua Rukun Tetangga (RT) di Lingkungan 1 Kelurahan Way Dadi, Bandarlampung mengundurkan diri dengan alasan tidak menyetujui pemberhentian Kepala Lingkungan (Kaling), Triyono dengan alasan habis masa jabatannya.

Koordinator RT Lingkungan I Subhan. A. Latief kepada teraslampung.com mengungkapkan pengunduran diri dirinya bersama rekan-rekannya sebagai bentuk ketidak setujuan atas pemberhentian Kaling.

“Kami mengundurkan diri ini mulai dari RT 01 sampai 08 karena pemberhentian Kaling yang kami nilai janggal. Pak Tri (Triyono) diberhentikan dengan alasan Peraturan Walikota (Perwali) yang jadi pertanyaan kami kalau atauran itu ada, kenapa tidak dari dulu-dulu dijalankan,” katanya, Senin,21 Oktober 2019.

“Kami menilai Pak Tri orang baik.Selama ini lancar-lancar saja. Saat beliau diberhentikan, kami para Ketua RT sepakat tanpa tekananan dari siapa pun mengundurkan diri juga. Surat pengunduran diri kami sudah kami serahkan ke kelurahan pagi tadi,” imbuhnya.

Mantan RT 08 Kelurahan Way Dadi itu menambahkan, di kelurahannya sudah tidak ada Kepala Lingkungan lagi, dua Kaling yang ada di berhentikan dengan alasan Perwali.

“Sepertinya cuma di Way Dadi aja Perwali itu digunakan, Kaling 1 Pak Triyono dan Kaling II Purwanto diberhentikan. Pertanyaan kita kenapa Perwali itu baru sekarang dijalankan kenapa tidak dari dulu-dulu?” ujarnya.

Lurah Way Dadi, Helpi Nurdin
Lurah Way Dadi, Helpi Nurdin

Sementara itu Lurah Way Dadi Helpi Nurdin menjelaskan, Berdasarkan Perwali nomer 82 tahun 2012 masa bhakti Kaling tiga tahun dan dapat ditunjuk kembali.

“Pemberhentian Kaling ini sesuai Perwali nomer 82 tahun 2012 yang menyatakan, bahwa masa bakti kaling setiap 3 tahun. Kewenangan kami hanya mengusulkan saja yang mutuskan atasan kami,” kata Helpi, di ruang kerjanya.

Dia mengaku terkejut dengan pengunduran diri kedelapan Ketua RT di lingkungannya sebab menurutnya pergantian Kaling itu hal yang biasa.

“Sangat menyesali kejadian ini dan saya akan melakukan koordinasi dengan atasan saya. Sayapun kaget dengan pengunduran diri teman-teman RT itu, kalau soal penggantian Kaling itu hal biasa asal sesuai aturan,” katanya.

Di tempat terpisah Triyono mengaku kaget mendapat surat pemberhentian dirinya sebagai Kaling berdasarkan Perwali sebab sejak tahun 2012 dia ditunjuk menjadi Kaling tidak pernah mendengar aturan/Perwali itu dijalankan.

“Saya berhenti menjadi Kaling ya Alhamdulillah karena kesibukan saya banyak. Saya tinggal di Way Dadi sudah 32 tahun yang minta saya jadi Kaling itu warga dan RT, kalau saya gak mau alangkah sombongnya saya,” ujar Triyono, kontraktor yang bergerak di kelistrikan dan cukup dikenal itu.

Saat ditanyakan apakah ada motif politik di balik pemberhentian dirinya itu, Triyono mengaku tidak tahu.

“Saya menjadi Kaling sudah tujuh tahun. Tahu-tahu diberhentikan tanpa alasan yang jelas.  Kalau soal politik saya tidak tahu. Buat saya, siapa pun yang jadi gubernur dan walikota,mereka gubernur dan walikota saya,” ujar pria yang pernah menjadi pengurus Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia (AKLI) itu.

Dandy Ibrahim

Loading...