Beranda Hukum Kriminal Ini Alasan Aris Bobol Rumah Tetangganya

Ini Alasan Aris Bobol Rumah Tetangganya

549
BERBAGI
Kapolsekta Tanjungkarang Barat, AKP Harto Agung Cahyono menunjukkan barang bukti yang disita dari tersangka aris

Zainal Asikin|teraslampung.com

BANDARLAMPUNG —Tersangka pencurian modus bobol rumah, Aris Agista (20), mengaku dirinya sengaja mencuri di rumah milik tetangganya sendiri karena ia butuh uang untuk beli rokok dan beli makanan untuk ayam peliharaannya.

“Karena mulut asem nggak merokok beberapa hari, dan ayam peliharaan saya belum makan selama dua hari saya terpaksa nekat mencuri,”kata Aris di Mapolsekta Tanjungkarang Barat, Kamis (15/12/2016).

Warga Jalan Agus Salim, Kelurahan Kaliawi, Tanjungkarang Pusat ini mengakui aksi nekat pencurian ini dilakukan sendiri. Sebelum beraksi ia sudah mengintai terlebih dulu rumah korban yang masih tetangganya sendiri selama tiga hari. Setelah mengetahui pemilik rumahnya pergi ke Jakarta, pelaku langsung beraksi masuk ke rumah korban saat menjelang subuh.

“Saya masuk ke rumah korban lewat lubang pentilasi udara jendela belakang, lalu saya mengambil uang dan barang-barang berharga milik korban,”ujarnya.

Selanjutnya, ia pergi membawa barang-barang hasil curian tersebut, keluar melalui pintu belakang rumah korban. Barang-barang hasil curian itu, sudah dijual ke penadah.

“Uang hasil jual barang curian sudah saya habiskan untuk beli rokok, makanan ayam dan beli minuman keras,”ucapnya.

Diketahui, Tim khusus antibandit (Tekab) 308 Polsekta Tanjungkarang Barat, meringkus Aris Agista (20) tersangka curat modus bongkar rumah. Polisi menangkap tersangka saat berada di stasisun pengesian bahan bakar umum (SPBU) di Jalan Cut Nyak Dien, Tanjungkarang Pusat, pada Rabu (14/12/2016).

Petugas menangkap warga Jalan Agus Salim, Kelurahan Kaliawi, Tanjungkarang Pusat tersebut, karena membobol rumah milik korban Ibrahim (52) tetangganya sendiri, pada Sabtu (10/12/2016) lalu.

“Petugas terpaksa menembak kaki Aris, karena saat akan ditangkap tersangka berusaha melawan dan akan melarikan diri,”kata Harto, Kamis (15/12/2016).

Dari penangkapan tersangka, polisi menyita barang bukti berupa uang tunai Rp 100 ribu, liontin, satu buak kotak handphone, dua bilah senjata tajam pisau dan beberapa buah batu akik.

Loading...