Beranda Hukum Kriminal Ini Alasan Kakak Beradik Menghabisi Nyawa Saudara Kandungnya Sendiri

Ini Alasan Kakak Beradik Menghabisi Nyawa Saudara Kandungnya Sendiri

390
BERBAGI
Jenazah Epen

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Kapolsekta Telukbetung Barat, Kompol Atang Samsuri, mengatakan tersangka pembunuh saudara kandung, Zaenal (kakak korban) dan Luthfi (adik korban), menghabisi nyawa Epen karena keduanya kesal dengan tingkah korban yang sering memukuli ibunya.

“Kedua tersangka, saat ini sedang dilakukan pemeriksaan di Polresta Bandarlampung,”kata Atang saat di RSUAM, Senin (31/10/2016).

Menurutnya, pembunuhan tersebut, diduga karena adanya selisih paham dalam keluarga.

“Tiga saudara kandung ini, ribut karena adanya selisih paham. Tapi selisih pahamnya apa, saya tidak tahu persis,”ujarnya.

Barang bukti senjata tajam, dua bilah golok yang dipakai kedua tersangka untuk menghabisi Epen sudah disita.

Sementara paman korban yang juga paman kedua tersangka, Jahiduna Rosid, mengaku dirinya pernah mendengar cerita mengenai perilaku keponakannya Epen (korban) yang sering memukuli ibunya. Setelah mendengar cerita tersebut, ia berencana akan mengklarifikasikan ke Epen mengenai masalah tersebut.

“Sebelumnya saya pernah tanya ke Epen soal informasi tersebut. Epen mengaku tidak pernah memukuli ibunya. Epen juga bilang tidak mungkin memukuli ibunya karena dia masih punya otak,”ucap Jahid.

Menurut Jihad, ibu kandung Epen  memang pernah tinggal bersama satu rumah dengan Epen. Namun, menurut Jihad, sudah lama mereka tidak lagi tinggal bersama.

Mengenai pembunuhan Epen yang dilakukan oleh dua saudara kandungnya, Zaenal dan Luthfi. Jahid mengaku, ia tidak mengetahuinya. Menurutnya, ia mendapatkan kabar Epen tewas di PPI Lempasing saat paginya.

“Begitu saya mendengar Epen tewas dan jenazahnya sudah dibawa ke RSUAM, makanya saya langsung datang ke sini (RSUAM),”ungkapnya.

Menurut Jihad, sehari-hasi keponakannya tersebut bekerja di pasar ikan PPI lempasing sebagai tukang timbang ikan.

Rizal Efendi alias Epen (35) warga Jalan Teluk Bone, Kelurahan Kota Karang, Telukbetung Barat tewas mengenaskan dengan sejumlah luka bacokan ditubuhnya. Pembunuhan itu terjadi di Pasar ikan PPI Lempasing, Telukbetung Timur, Senin (31/10/2016) sekitar pukul 03.00 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun teraslampung.com petugas Inafis Polrasta Bandarlampung sudah melakukan olah TKP, selanjutnya jenazah Epen dibawa petugas ke Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUAM).

Epen tewas diduga dibunuh oleh dua saudara kandungnya, Zaenal (44) selaku kakak korban dan Luthfi (24) adik korban. Epen tewas mengalami 20 luka bacokan senjata tajam yang dilakukan oleh kedua tersangka yakni saudara kandung korban. Bahkan, dua jari kaki Epen putus terkena bacokan senjata tajam.

Kedua tersangka pembunuhan, sudah ditangkap petugas. Saat ini kedua tersangka, sudah diamankan di Mapolresta Bandarlampung bersama barang bukti dua bilah senjata tajam golok.

Pembunuhan terhadap Epen yang dilakukan oleh dua saudara kandungnya tersebut, diduga lantaran masalah korban yang sering memukuli ibunya.

Loading...