Beranda News Nasional Ini Alasan Lifter Peraih Emas Olimpiade Asal Lampung Ini Belum Merdeka

Ini Alasan Lifter Peraih Emas Olimpiade Asal Lampung Ini Belum Merdeka

185
BERBAGI
Eko Yuli Irawan sukses meraih medali perak cabang angkat besi Olimpiade Rio de Jainero, Selasa WIB (9/8/2016). Foto: dok reuters.

TERASLAMPUNG.COM —  Eko Yuli Irawan, lifter asal Lampung yang pernah meraih emas di Olimpaide, mengaku baginya kemerdekaan belum terwujud hingga HUT Kemerdekaan ke-75 Republik Indonesia. Alasannya: tunjangan hari tua bagi peraih medali di Olimpiade tidak diberikan.

Menurutnya sebetulnya pernah tunjanan hari tua bagi perah emas Olimpiade perna diadakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga pada 2016. Namun, tunjangan itu hanya bertahan satu tahun.

“Yang belum merdeka untuk para peraih medali di Olimpiade di semua cabang olahraga itu tunjangan hari tua seperti pada 2016, tapi sayangnya 2017 dihentikan,” katanya.

“Kalau bisa itu berjalan lagi sampai kami tidak ada umur (menjadi atlet) lagi. Itu bisa disebut merdeka bagi para olimpian yang pernah memberikan medali di Olimpiade,” kata Eko, Senin, 17 Agustus 2020.

Peraih medali perak Olimpiade 2016 Rio de Janeiro itu mengatakan bahwa saat ini jaminan peraih medali Olimpiade baru sekadar pengangkatan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Sementara jumlah besaran gaji para peraih medali di SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade diukur berdasarkan pendidikan terakhir atlet.

Menurutnya, perjalanannya tidak bisa disamaratakan. Para peraih medali di Olimpiade, kata dia, lebih banyak yang mengorbankan pendidikan demi medali. Namun gajinya bisa saja lebih kecil dibandingkan dengan peraih medali di SEA Games dan Asian Games, yang pendidikannya lebih tinggi.

“Jadi untuk mendapatkan pekerjaan dan pensiunan cukup medali emas SEA Games dan tidak perlu ke Olimpiade. Dengan adanya tunjangan hari tua untuk peraih medali Olimpiade bisa menambah motivasi atlet untuk berprestasi di Olimpiade karena itu penghargaan yang luar biasa,” kata dia.

Eko Yuli Irawan juga berharap dengan adanya tunjangan hari tua maka ketika seorang atlet memutuskan untuk pensiun, kehidupan mereka setelah selesai menjadi atlet bisa tetap terjamin. Bukan tidak mungkin, mantan atlet juga dapat fokus mendidik calon atlet muda berbakat melalui akademi atau padepokan yang dia punya.

Tempo

Loading...