Beranda Headline Ini Alasan Marcus Menembak Mati Sekretaris Kelurahan Kuripan Bandarlampung

Ini Alasan Marcus Menembak Mati Sekretaris Kelurahan Kuripan Bandarlampung

5424
BERBAGI
Tersangka Marcus Hadinata saat ekspos kasus di Polresta Bandarlampung, Jumat (26/5/2017).
Tersangka Marcus Hadinata saat ekspos kasus di Polresta Bandarlampung, Jumat (26/5/2017).

Zainal Asikin|teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Kapolresta Bandarlampung, Kombes Pol Murbani Budi Pitono mengatakan, penembakan yang dilakukan tersangka Marcus Hadinata (29) terhadap Sekretaris Kelurahan Kuripan, Telukbetung Barat, Eismizar (44), dilatarbelakangi masalah kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) antara tersangka dan korban.

“Mobil yang dikendarai korban Rismizar, bersenggolan dengan sepeda motor yang dikendarai tersangka Marcus,”ujar Murbani saat mengekspos kasus, Jumat (26/5/2017).

Mantan Kapolres Banyumas ini memaparkan, kejadian itu berawal saat korban Rismizar bersama istri dan juga keponakannya pergi bersama dengan mengendarai mobil pick-up Daihatsu Granmax.

Ketika mereka melintas di Jalan ZA Pagar Alam depan kampus Pascasarjana UBL, mobil yang dikemudikan Rismizar bersenggolan dengan sepeda motor yang dikendarai tersangka Marcus bersama seorang wanita bernama Fitri.

“Wanita bernama Fitri yang pergi bersama Marcus awalnya mengaku sebagai pengojek. Setelah dimintai keterangan lebih mendalam, ternyata Marcus adalah kekasihnya,”paparnya.

Saat itulah, lanjut Murbani, terjadi cek-cok mulut antara tersangka dengan korban. Karena emosi dan pengaruh oabat terlarang (pol boti), Marcus mengeluarkan senjata api rakitan dan langsung menembakkan kearah perut korban. Tapi tidak meletus, lalu Marcus mengarahkan senjata api itu lagi ke arah wajah korban dan meletus.

“Peluru yang ditembakkan tersangka ke wajah korban, bersarang di kepala dan korban akhirnya menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Advent,”ungkapnya.

Melihat korban tersungkur bersimbah darah, Marcus langsung melarikan diri meninggalkan sepeda motornya dan kekasihnya Fitri tersebut. Tersangka Marcus melarikan diri, menumpang sepeda motor yang dikendarai seorang wanita saat melintas di Jalan ZA Pagar Alam. Marcus mengancam wanita itu, dengan menodongkan senjata api rakitan tersebut.

“Berkat kerja cepat Tim Tekab 308 tiga jam pasca kejadian, petugas berhasil menangkap Marcus saat bersembunyi di Hotel Beringin di Jalan Soekarno Hatta (Bypass), Kalibalok bersama wanita yang disekapnya,”terangnya.

Dari penangkapan tersangka Marcus, petugas menyita senjata api rakitan yang dipakai tersangka untuk menghabisi nyawa Rismizar dan empat butir peluru aktif, satu selongsong serta satu unit sepeda motor Yamaha Mio warna hijau BE 3517 UF.

“Selain barang bukti tersebut, petugas juga menemukan satu buah kunci letter T dari tas yang dipakai tersangka,”pungkasnya.

Loading...