Ini Alasan Para Pedagang di Jl. Bukit Tinggi Menolak Pindah ke Lantai Dua Pasar Bambu Kuning

  • Bagikan
Puluhan pedagang kaki lima di Jl, Bukit Tinggi Bandarlampung melakukan aksi menolak pindah ke lantai II Pasar Bambu Kuning, Rabu (17/11/2021).
Puluhan pedagang kaki lima di Jl, Bukit Tinggi Bandarlampung melakukan aksi menolak pindah ke lantai II Pasar Bambu Kuning, Rabu (17/11/2021).

TERASLAMPUNG.COM — Puluhan pedagang kaki lima yang biasa berdagang di Jalan Bukit Tinggi Kota BandarLampung melakukan aksi penolakan untuk direlokasi ke lantai dua Pasar Bambu Kuning, Rabu (17/11/2021).

BACA: Pedagang di Jl. Bukit Tinggi yang Mau Pindah ke Lantai 2 Pasar Bambu Kuning Dapat Sewa Gratis Tiga Bulan

Para pedagang kaki lima yang tergabung dalam Persatuan Pedagang Kaki Lima Bandarlampung (PPKL – BL) menolak direlokasi, karena berdasarkan pengalaman mereka pada tahun 2007 saat mereka menempati lantai dua dan lantai tiga Pasar Bambu Kuning sepi pembeli.

“Dulu pada 30 Oktober 2007 kami dipaksa pindah ke lantai II dan III Pasar Bambu Kuning. Kami pindah ke sana,  tetapi sepi pembeli. Selain itu, harga sewanya juga mahal,” kata Ketua PPKL – BL Ardiansah kepada teraslampung.com,Rabu 17 November 2021.

Karena sepi pembeli dan harga sewa yang mahal, akhirnya mereka (pedagang kaki lima) kembali turun dari lantai dua Pasar Bambu Kuning dan berjualan di sepanjangJalan Bukit Tinggi.

“Setelah kami berjualan di tempat semula pada bulan lalu tepatnya Oktober 2021 Pemkot Bandarlampung mengirim surat pemberitahuan kepada kami untuk melakukan relokasi ke lantai II dan III Pasar Bambu Kuning,” jelas Ardiansah.

Selanjutnya, pada  11 November 2021 Pemkot Bandarlampung  mengirimkan surat peringatan (SP 1).

“Kami dengan tegas menolak untuk di relokasi ke lantai II dan III Bambu Kuning,” katanya.

Sementara itu, Hipmi, salah satu pedagang di Jl. Bukit Tinggu, mengaku kemarin (16/11/2021) mengikuti pertemuan dengan pejabat Pemkot Bandarlampung. Hasil pertemuan, Pemkot akan mengkaji soal relokasi itu.

“Kemarin kami ingin melakukan audensi dengan Walikota Eva Dwiana tapi kami ditemui oleh para pejabat yang antara lain Plh Sekdakot Tole Dailami dan Kadis Perdagangan Wilson Faisol. Hasil pertemuan itu katanya Pemkot mau mengkaji tapi kok hari ini kita mau dipaksa relokasi,” kata Hipmi yang sehari-hari berdagang mainan anak-anak.

“Kami ingin bertemu Bunda (panggilan akrab Eva Dwiana, karena kami para pedagang ini memilih beliau pada Pilwakot dulu, sebagai pemilihnya kami ingin curhat,” ungkapnya.

Di tempat yang sama Kepala Dinas (Kadis) Perdagangan Kota Bandarlampung Wilson Faisol mengatakan penataan pedagang kaki lima di Jalan Bukit Tinggi merupakan program Pemkot dan para pedagang di situ menyalahi aturan.

“Kemarin sudah ada pertemuan ternyata mereka hari ini melakukan aspirannya. Asiprasinya sama, mereka (para pedagang) mencoba meminta kebijakan bertahan di lokasi yang ada,” katanya

Menurutnya, sesuai aturan dari posisi tempat mereka berdagang berada di atas trotoar dan di bawahnya ada drainse

“Ini masuk dalam program Pemkot untuk menata itu. Harapan kami mereka sadar juga apa yang selama ini dilakukan menyalahi aturan dan lebih dari 10 tahun Pemkot memberikan toleransi, mungkin saat ini lah kita bersama-sama menata kembali sesuai program Walikota Eva Dwiana menata dan mengindahkan Kota Bandarlampung,” ujarnya.

Terhadap keinginan pedagang bertahan dan minta diperbaiki saja, Wilson mengaku  pihaknya sudah melakukan kajian sedangkan agar pembeli mau naik ke lantai II dia akan berupaya bersama-sama pengembang untuk berupaya menarik pembeli.

“Kami sudah melakukan kajian kalau kita mendirikan bangunan di atas drainase menyalahi aturan dan dari segi lalu-lintaspun mereka tidak bisa berdagang di sepanjang atas trotoar mengganggu hak pejalan kaki,” ujar mantan Kepala BPKAD itu.

“Kemudian terkait pengalaman yang lalu tidak adanya pembeli di lantai II. Insyaallah kita akan mencari solusi bagaimana caranya kejadian 7 tahun yang lalu tidak terulang kembali. Nanti kita sama-sama pengembang mengupayakan kondisi di lapangan pedagang dan pembeli bersinergi termasuk fasilitas kita siapkan,”katanya.

Dandy Ibrahim

  • Bagikan