Beranda Ruwa Jurai Bandarlampung Ini Alasan Pemkot Bandarlampung Larang Pesta Pernikahan

Ini Alasan Pemkot Bandarlampung Larang Pesta Pernikahan

165
BERBAGI
Walikota Bandarlampung, Herman HN

TERASLAMPUNG.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung melarang warga untuk menggelar pesta pernikahan. Larangan ini terkait dengan makin banyaknya kasus baru Covid-19. Dari ratusan kasus baru di Lampung per harinya, sebagian besar terjadi di Bandarlampung.

Walikota Bandarlampung Herman HN mengatakan pihaknya akan mengeluarkan surat edaran tentang pelarangan merayakan pesta resepsi pernikahan selama masa pandemi Covid-19 sampai Kota Bandarlampung turun jadi zona hijau.

“Rencananya Senin (25/1) saya akan buat surat edaran kepada masyarakat yang akan mengadakan pesta resepsi pernikahan. Coba cukup rayakan pernikahan saja undangan bisa 50 orang tapi tetap menerapkan protokol kesehatan,” kata Walikota Herman HN di Gedung Semergou, Sabtu 23 Januari 2021.

“Saya minta tolong sama masyarakat. Bukan saya tidak mau bantu, saya mau bantu tapi kita masih zona merah. Selain itu, resepsi pernikahan kan bisa ditunda sampai kondisi membaik,” ungkapnya.

Surat edaran pelarangan resepsi pernikahan yang akan dikeluarkan tersebut menurut Herman HN tidak ada batas akhirnya.

“Kita lihat kondisi, kalau sebulan ada perbaikan penurunan orang yang terkonfirmasi Covid-19 atau sudah reda, ya bisa. Kalau masih tinggi surat edaran itu masih berlaku,” jelasnya.

“Kita zona merah, ini sudah luar biasa sudah 3.500 orang yang kena Covid di Bandarlampung ini kan sudah luar bisa,” ujarnya.

Walikota Herman HN juga meminta kepada para pedangan juga tempat hiburan di Kota Bandarlampung untuk menerapkan 3 M

“Mudah-mudahan kita akan sehat semua kalau kita menerapkan protokol kesehatan. Mencuci tangan, pakai masker, jaga jarak juga menghindari kerumunan,” harapnya.

Sejak Oktober 2020 lalu Kota Bandarlampung berstatus zona merah penyebaran Covid-19. Status itu tidak kunjung membaik sampai saat ini.

Sebelumnya, pada April 2020 Bandarlampung juga pernah menjadi zona merah. Namun kemudian membaik menjadi zona oranye. Kemudian memburuk lagi menjadi zona merah pada Oktober 2020.

>