Beranda Hukum Ini Alasan Polisi Tetapkan Wanita Pembawa Anjing ke Masjid Jadi Tersangka

Ini Alasan Polisi Tetapkan Wanita Pembawa Anjing ke Masjid Jadi Tersangka

143
BERBAGI
Polres Bogor, Polda Jawa Barat dan tim dokter RS Polri Kramat Jati memberikan keterangan terkait SM, tersangka penistaan agama karena bawa anjing masuk masjid, Rabu, 3 Juli 2019. Tempo/Imam Hamdi
Polres Bogor, Polda Jawa Barat dan tim dokter RS Polri Kramat Jati memberikan keterangan terkait SM, tersangka penistaan agama karena bawa anjing masuk masjid, Rabu, 3 Juli 2019. Tempo/Imam Hamdi

TERASLAMPUNG.COM — Meskipun mendapatkan banyak kritik dari berbagai kalangan, polisi tetap menaikkan kasus dugaan penodaan agama SM, wanita yang bawa anjing masuk masjid, ke tingkat penyidikan karena telah mengantongi empat alat bukti.

Penetapan SM sebagai tersangka penodaan agaman ini tak terpengaruh hasil pemeriksaan Rumah Sakit Polri yang menyatakan perempuan itu mengalami gangguan kejiwaan.

“Sudah kami tetapkan tersangka dan kami naikkan menjadi penyidikan kasusnya,” kata Direktur Reserse dan Kriminal Umum Komisaris Besar Iksantyo Bagus Pramono di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Rabu, 3 Juli 2019.

Dalam menetapkan status tersangka SM, kata dia, penyidik telah mengacu pada pasal 184 KUHP tentang alat bukti. Bagus menyatakan penyidik telah mengumpulkan empat alat bukti dalam menetapkan status tersangka SM. Namun, Bagus tidak membeberkan empat alat bukti tersebut.

Penyidik menggunakan pasal 156 a KUHP tentang penodaan agama untuk menetapkan perempuan 52 tahun itu sebagai tersangka. “Kami juga telah melengkapi sprinnya (surat perintah penyidikan). SPDP (surat perintah dimulainya penyidikan) ke Kejaksaan Bogor juga sudah kami kirim.”

Bagus menuturkan penyidik hari ini juga telah menguatkan kembali berkasnya terkait dengan riwayat kesehatan SM dari tiga rumah sakit yang merawatnya. Ketiga rumah sakit yang pernah merawat dan mengobati SM adalah Rumah Sakit Siloam Bogor, Marzuki Mahdi Bogor dan RS Premier Bintaro.

Untuk mendapatkan data lebih lengkap terkait riwayat kesehatan tersangka penodaan agama itu, penyidik meminta tim dokter RS Polri untuk mengobservasi kondisi kejiwaan perempuan pembawa anjing masuk masjid itu.

“Dalam menetapkan tersangka kepada SM, kami tidak ada keraguan,” kata Bagus.

Sebelumnya, psikiater Rumah Marzuki Mahdi Bogor dr Lahargo menyatakan pasiennya, wanita pembawa anjing masuk masjid, telah lama menderita gangguan kejiwaan. Lahargo telah memeriksa SM, perempuan berusia 52 tahun itu sejak 2013.

Baca: Langsung Dikubur, Kematian Anjing Masuk Masjid Jadi Misteri

“Secara umum yang bersangkutan memang mengalami gangguan kejiwaan,” kata Lahargo di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Rabu, 3 Juli 2019.

TEMPO.CO

Loading...