Beranda News Nasional Ini Alasan Presiden Jokowi Tunjuk Johan Budi sebagai Juru Bicara

Ini Alasan Presiden Jokowi Tunjuk Johan Budi sebagai Juru Bicara

31
BERBAGI
Presiden Joko Widodo didampingi Johan Budi SP dan Teten Masduki mengumumkan penunjukan mantan Plt Pimpunan KPK Johan Budi SP sebagai Juru Bicara Presiden, di Istana Merdeka, Selasa sore (12/1/2016). Foto: Sekretariat Kabinet.

JAKARTA, Teraslampung.com — Presiden Joko Widodo (Jokowi)  mengumumkan penunjukan mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi SP sebagai Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi yang akan membantu mengomunikasikan program-program Presiden maupun pemerintah kepada masyarakat, kepada rakyat, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa sore (12/1/2015).

“Saya senang semakin banyak orang-orang baik di lingkungan istana yang membantu saya,” kata Presiden Jokowi.

Ketika para wartawan bertanya apakah Staf Khusus Presiden itu berarti juru bicara, Presiden Jokowi menukas,”Ya, juru bicara.”

Tentang alasan penunjukan Johan Budi SP sebagai juru bicara, Presiden Jokowi mengatakan, “Tadi kan sudah saya sampaikan, beliau, kan sudah tahu, sangat berpengalaman, dan saya harapkan bisa membantu saya dalam mengkomunikasikan program-program pemerintah, program presiden,” kata Presiden Jokowi menjawab wartawan.

Menurut Jokowi, selama ini pemerintah selalu mendorong masing-masing kementerian/lembaga untuk menjelaskan programnya. Ia menambahkan, Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi ini nantinya akan mengoordinasikan juga humas-humas yang ada di kementerian agar kita menjadi satu dan solid.

Sementara itu Johan Budi SP mengemukakan, beberapa waktu lalu dirinya telah diminta sebagai Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi atau Juru Bicara Presiden melalui Kantor Staf Presiden.

“Setelah bertemu, akhirnya saya memutuskan untuk membantu agar saya juga punya kontribusi yang nyata,” kata mantan wartawan majalah Tempo itu.

Ia menyebutkan, pengalamannya sebagai profesional, bukan dari sisi politis, selama 12 tahun menjadi wartawan kemudian 10 tahun di KPK, dimana dirinya lebih banyak sebagai juru bicara, menjelaskan apa yang menjadi program KPK kepada publik, mungkin bisa berguna untuk pemerintahan sekarang.

Saat ditanya mengenai tugasnya, Johan Budi mengatakan, soal istilah jubir, tadi disampaikan oleh Presiden dirinya diminta untuk membantu sebagai Staf Khusus Bidang Komunikasi.

“Salah satu tugas saya adalah mengomunikasikan apa yang menjadi kegiatan Bapak Presiden dan tadi juga disinggung mengenai program-program pemerintah. Yang berkaitan dengan masing-masing kementerian itu mereka bisa menyuarakan juga apa yang mereka telah kerjakan,” paparnya.

Johan Budi, lahir di Mojokerto, Jawa Timur, pada 29 Januari 1966. Setelah aktif sebagai wartawan Majalah Tempo, pada 2005 lalu ia mengawali karirnya di KPK sebagai Staf Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat.

Pada 2006–2015 meskipun dengan jabatan yang berbeda-beda di KPK, Johan Budi tetap merangkap sebagai Juru Bicara KPK. Hingga kemudian Presiden Jokowi menunjuknya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) pimpinan KPK bersama-sama Taufiequrachman Ruki dan lain-lain.