Beranda Hukum Kriminal Ini Alasan Tersangka Bunuh Siswa SMKN 2 Bandarlampung Secara Biadab dengan 107...

Ini Alasan Tersangka Bunuh Siswa SMKN 2 Bandarlampung Secara Biadab dengan 107 Tusukan

848
BERBAGI
Kapolresta Bandarlampung Kombes Pol Hari Nugroho menginterogasi para tersangka pembunuh Dwiki. (Foto: dok tribunlampung.co.id)

BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com — Motif pembunuhan Dwiki Sopian (16), siswa SMK 2 Bandarlampung, mulai terungkap. Hal itu setelah KRF (16), pelaku utama pembunnuhan secara biadab itu,  menyerahkan diri ke Polresta Bandarlampung, Jumat pagi (11/3).

Kepada polisi yang memeriksanya, KRF mengaku membunuh Dwiki karena sakit hati. Menurutnya, Dwiki telah merendahkn dan menghinanya dirinya dengan istilah ‘tida ngaer’ (tidak ada apa-apanya jika diajak berkelahi).

“Saya sakit hati karena dihina dia. Saya sendiri yang tusuk korban,” kata KRF kepada polisi, Jumat (11/3).

KRF mengaku. sakit hati yang menyebabkan dendam itu bermula saat KRF diminta teman perempuan yang juga satu sekolah dengan korban meminta mendamaikan masalah dengan Dwiki. Meski masalah antara teman perempuan itu selesai, masalah lain timbul antara K dengan Dwiki. K masih terngiang dengan perkataan Dwiki yang dianggap telah menghinanya.

Untuk melampiaskan dendamnya, pada Sabtu malam (5/3) KRF bersama teman-temanny menemui korban di Lapangan Saburai, Bandarlampung

K dan teman-temannya kemudian membawa Dwiki dengan mobil ke rumah paman KRF di Jl ZA Pagar Alam. Di tempat itulah K membantai Dwiki dengan puluhan tusukan. Hasil pemeriksaan polisi menyebutkan Dwiki meninggal dengan 107 tusukan.

KRF mengaku, sebelum membunuuh korban, korban sempat menyabetkan pisau tetapi tidak mengenai dirinya. Menurrut K, dirinya sempat berebut pisau dengan korban.

Setelah diyakini korban sudah meninggal, KRF bersama lima temannya kemudian membawa mayat Dwiki ke pinggiran Kota Bandarlampung. Pada Minggu dinihari, mayat Dwii dibuang di semak-semak di
Jalan Raden Imba Kesuma, Kelurahan Sumur Putri, Telukbetung Selatan.

Mayat Dwiki ditemukan warga pada Senin pagi (7/3).  Andi Saputra (18) dan Dery Saputra (17), kakak beradik yang menemukan mayat korban,  mencium bau busuk berasal dari semak-semak di Sumur Putri.

Selain KRF, empat pelajar lainnya lebih dulu ditangkap Polresta Bandarlampung dan ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan keji itu. Tersangka  FR dan RH dibekuk pada  Senin sore (7/3), sedangkan OR dan IAP diringkus pada Selasa (8/3).

Selain lima tesangka itu, saat ini polisi masih memburu tersangka lain berinisial DN

Dalam perkara tersebut, Polresta Bandar Lampung menyita sejumlah barang bukti. Beberapa di antaranya satu unit Toyota Kijang, tiga senjata tajam berupa pedang, pisau, dan badik. Turut pula disita pakaian korban dan Yamaha Mio.

Dewira/Tim