Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Ini Alasan Warga Khawatir Adanya Proyek RTH di Lapangan TNI AD Kotabumi

Ini Alasan Warga Khawatir Adanya Proyek RTH di Lapangan TNI AD Kotabumi

2426
BERBAGI
Anak - anak dan remaja asyik bermain bola di lapangan samping Koramil di Jalan Pahlawan, Kotabumi
Anak - anak dan remaja asyik bermain bola di lapangan samping Koramil di Jalan Pahlawan, Kotabumi

Feaby/Teraslampung.com

Kotabumi–Dinas Tata Kota Lampung Utara berencana membangun kawasan Ruang Terbuka Hijau di apangan milik TNI AD yang berada di Jalan Pahlawan, Kotabumi tepatnya di samping kantor Koramil. Proyek  “ambisius” ini dikhawatirkan akan mematikan hobi atau bakat warga sekitar khususnya anak – anak atau remaja yang kerap bermain sepakbola di lapangan tersebut tiap sorenya.

Lapangan satu – satunya di daerah tersebut sejak turun temurun selalu digunakan warga sekitar yang ingin menyalurkan hobi dan bakat dalam sepakbola. Selain itu, para pelajar baik SD, SMP, dan SMA juga kerap menggunakan lapangan tersebut dalam pelajaran olahraga seperti lempar lembing, bulutangkis, bola basket, dan lempar cakram.

Pantauan di lokasi sekitar pukul 17:30 WIB, Sedikitnya terdapat 15 – 20 anak – anak dan remaja yang terlihat asyik bermain sepakbola seperti biasanya. Yang anak – anak bermain dengan anak seumuran mereka dan begitu juga sebaliknya.

‎Saat wartawan Teraslampung.com mempertanyakan rencana “penyulapan” lapangan menjadi RTH ini kepada anak – anak atau remaja yang sedang asyik bermain bola di lapangan tersebut, kebanyakan dari mereka menentang rencana tersebut.

“Kami enggak setuju, om. Kami senang bermain sepakbola di sini,” kata Dimas (16) di sela – sela bermain sepakbola, Selasa (19/4)‎ sekitar pukul 17:30 WIB.

Begitu pun dengan Ando (15), rekan Dimas. Ia menegaskan menolak rencana “penyulapan” lapangan menjadi RTH karena akan membuat mereka kesulitan mencari lapangan untuk bermain bola. Terlebih, sejak dulu, lapangan ini selalu menjadi pilihan utama mereka bermain sepakbola.

‎”Terus, kalau dirubah seperti itu, kami mau main sepakbola di mana lagi, om. Dari dulu, kami main sepakbola di sini,” ‎keluh pelajar kelas III SMP ini.

Penolakan yang sama juga diungkapkan oleh Ardi (11) dan rekan – rekannya seperti Jaki (10) dan Riki (12). ‎Menurut mereka hanya lapangan ini yang tersisa di lingkungan mereka untuk bermain sepakbola dengan gratis. Jika akan “disulap” menjadi RTH secara otomatis mereka tak akan bisa bermain sepakbola seperti sebelumnya.

“Ya, enggak setujulah om. Dari kecil, kami sudah bermain sepakbola di sini. Kalau dirubah seperti itu, kami mau main sepakbola di mana lagi,” kata mereka dengan kompak.

‎Menyikapi keluhan warga itu, Kepala Dinas Tata Kota, Murni Rizal mengatakan pihaknya akan tetap mengupayakan pembuatan kawasan RTH ini tak akan mengganggu kenyamanan warga sekitar dalam bermain sepakbola dan olahraga lainnya. Mengingat luas lahan milik TNI yang akan dirubah menjadi RTH ini cukup luas sekitar 60 x 200 meter. Pembuatan RTH ini pun baru dapat dilakukan pada tahun 2017 karena saat ini baru sebatas tahap persiapan.

“‎Luas lahan itu cukup lebar. Kalau pun tidak bisa di lapangan itu, kami akan upayakan di bagian lahan lainnya di lokasi tersebut agar masyarakat tetap bisa berolahraga. Lagian juga, rencananya juga baru tahun depan dilaksanakan,” kata dia.

Saat ditanya seputar konsep apa yang sebenarnya akan diterapkan oleh pihaknya dalam pembuatan RTH di lahan tersebut, Murni Rizal menuturkan bahwa pihaknya saat ini baru tahapan persiapan dan belum menyentuh konsep apa yang akan diterapkan. Apalagi, tanah itu masih milik TNI yang tentunya tak boleh dikelola langsung oleh Pemkab jika tak memiliki surat hibah resmi sehingga berpotensi bersinggungan dengan hukum.

“‎Karena lahan itu milik TNI tentunya harus ada konsep yang jelas terkait RTH ini. Apakah Kodim yang mengelolanya langsung tapi dananya dari Pemkab melalui hibah, atau lainnya, kami sedang bahas itu,” tuturnya.

Loading...