Beranda News Nasional Ini Alasan Yudi Latif Mundur sebagai Kepala BPIP

Ini Alasan Yudi Latif Mundur sebagai Kepala BPIP

467
BERBAGI
Yudi Latif (Foto: dok pribadi/Istimewa)

TERASLAMPUNG.COM — Di tengah kontroversi gaji petinggi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Kepala BPIP Yudi Latif menyatakan pengunduran diri sebagaii Kepala BIOP, Jumat, 7 Juni 2018.

“Terima kasih, mohon pamit,” tulis Yudi Latif yang diunggah ke akun Facebook miliknya, pada Jumat (8/6) pagi.

Pengunduran diri cendekiawan yang merintis sebagai penulis sejak awal tahun 1990-an itu membuat dunia media sosial heboh. Banyak kolega Yudi yang menyambutnya gembira. Banyak pula yang ingin tahu alasan pengunduran diri pria yang pernah diberi amanah oleh cendekiawan Nurcholis Majid untuk memimpin Universitas Paramadina itu.

Membuka isi suratnya, Yudi Latif mengungkapkan berbagai kendala yang dia temui saat menjabat sebagai Kepala BPIP.

Setelah dilantik sebagai Kepala BPIP  pada 7 Juni 2017 (BPIP yang dulu bernama UKP-PIP, (Unit Kerja Presiden-Pembinaan Ideologi Pancasila –Red.) , baru memiliki tiga orang deputi pada awalnya. Sebab tahun anggaran 2017 sudah berjalan, BPIP harus menggunakan sumber pembiayaan lewat ABPN Perubahan yang menginduk ke Sekre

“Praktis, kami hanya punya waktu satu bulan untuk menggunakan anggaran negara. Adapun anggaran untuk tahun 2018, sampai saat ini belum turun,” tutur Yudi.

Selain mengeluhkan anggaran, BPIP menurut Yudi juga tak memiliki kewenangan untuk mengeksekusi program secara langsung. Dengan anggaran yang menginduk pada Seskab, kinerja BPIP dinilai dari rekomendasi yang diberikan presiden.

“Kemampuan mengoptimalkan kreasi tenaga pun terbatas,” katanya.

Selama satu tahun bekerja, seluruh personil yang terlibat di bawah BPIP juga tak kunjung mendapatkan hak keuangan. Yudi beralasan, Peraturan Presiden (Perpres) Hak Keuangan BPIP belum diteken oleh presiden.

“Perpres tentang hal ini tak kunjung keluar, barangkali karena adanya pikiran yang berkembang di rapat-rapat Dewan Pengarah, untuk mengubah bentuk kelembagaan dari Unit Kerja Presiden menjadi Badan tersendiri. Mengingat keterbatasan kewenangan lembaga yang telah disebutkan,” terang Yudi.

Dengan alasan-alasan tersebut, bukan berarti tak ada pekerjaan yang dilakukan oleh BPIP. Yudi menuturkan, setiap hari anggota BPIP selalu menggelar kegiatan di seluruh pelosok Tanah Air, bahkan sering tak mengenal waktu libur.

“Suasana seperti itulah yang meyakinkan kami bahwa rasa tanggung jawab untuk secara gotong-royong menghidupkan Pancasila merupakan kekuatan positif yang membangkitkan optimisme,” ujarnya.

Loading...