Beranda Hukum Ini Celah Aturan untuk Membebaskan Tersangka-Terdakwa Narkoba dari Jerat Hukum

Ini Celah Aturan untuk Membebaskan Tersangka-Terdakwa Narkoba dari Jerat Hukum

1829
BERBAGI
Yudianto, anggota DPRD Kabupaten Pesawaran dari PAN, saat diperiksa di Polda Lampung, Selasa malam (3/1/2017).

TERASLAMPUNG.COM — Eksistensi Badan Narkotika Nasional (BNN) seperti dua mata pisau sekaligus. Lembaga ini bisa mendukung pemberantasan narkoba secara nasional. Di sisi lain, dengan peraturan yang dibuatnya, lembaga tumpuan harapan bagi pemberantasan narkoba ini juga bisa membuat terdakwa (bahkan ketika masih berstatus tersangka) bisa bebas dari jerat hukum.

Hal itu terjadi jika seorang tersangka kasus narkoba, atas permohonan keluarganya, hendak dikirim ke pusat rehabilitasi narkoba dengan dalih mengalami ketergantungan narkoba.

Pengiriman tersangka ke pusat rehabilitasi narkoba dilakukan berdasarkan celah hukum, yakni Peraturan Kepala BNN Nomor 11 Tahun 2014.

Syarat-syarat permohonan rehabilitasi antara lain:

1. Surat Permohonan Bermaterai ke BNN berisi antara lain:
a. Identitas pemohon/tersangka
b. Hubungan Pemohon dan tersangka
c. Uraian Kronologis dan Pokok Permasalahan Penangkapan Tersangka

2. Pas Foto tersangka 4 x 6 (1 lembar)
3. Foto kopi  Surat Nikah bila pemohon suami/istri tersangka
4. Foto kopi Surat Izin Beracara bila pemohon adalah Kuasa Hukum/Pengacara Tersangka dan surat kuasa dari keluarga
5. Surat Keterangan dari Sekolah/Perguruan Tinggi/Lembaga Pendidikan, bila tersangka adalah pelajar/Mahasiswa
6. Surat keterangan dari tempat kerja, bila tersangka sebagai pekerja/pegawai
7. Foto kopi  surat penangkapan dan surat penahanan
8. Surat Keterangan dari tempat rehgabilitasi, bila yang bersangkutan pernah atau sedang proses Rehabilitasi
9. Surat Rekomendasi dari penyidik, Jaksa Penuntut umum atau hakim untuk direhabilitasi/asesmen
10. Foto kopi Surat Permohonan Rehabilitasi kepada Penyidik, Jaksa Penuntut Umum atau Hakim
11. Surat Pernyataan bermaterai
12. Menunjukkan Surat Penangkapan dan Penahanan Asli
13. Foto copy KTP Orang Tua/Wali, Tersangka dan Pengacara/ Kuasa Hukum
14. Foto kopi kartu keluarga
15. Foto kopi izin dari pengacara

Di lapangan, aturan Kepala BNN ini kerap mengalahkan UU tentang Narkotika. Buktinya, hanya berbekal aturan tersebut seorang tersangka/terdakwa bisa terbebas dari hukuman. Pengiriman ke pusat rehabilitasi narkoba sudah dianggap sebagai sebuah hukuman. Padahal, dalam UU Narkotika disebutkan bahwa proses pengiriman seorang terdakwa ke pusat rehabilitas dengan mempertimbangkan putusan hakim.

Proses pengiriman tersangka kasus narkoba ke pusat rehabilitasi narkoba dan membebaskan mereka dari proses hukum saat yang bersangkutan baru dilidik atau diselidiki oleh polisi, tak pelak akan menimbulkan aneka pertanyaan. Selain itu, hal itu juga akan membuka peluang celah transaksi kasus hukum.

Ini Peraturan Kepala BNN yang bisa membebaskan tersangka-terdakwa kasus narkoba dari jeratan hukum:

[gview file=”https://www.teraslampung.com/wp-content/uploads/2017/01/Peraturan-Kepala-BNN-No-11-Tahun-2014-1.pdf”]

Loading...