Beranda Seni Sastra Ini Daftar Lengkap Juara Lomba Cipta Cerpen dan Puisi Nasional 2019

Ini Daftar Lengkap Juara Lomba Cipta Cerpen dan Puisi Nasional 2019

318
BERBAGI

TERASLAMPUNG.COM — Lomba Cipta Cerpen dan Puisi Umum 2019 tingkat Nasional ditaja Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemprov DKI Jakarta mendapat respon baik dari sastrawan Indonesia.

BACA: Isbedy Stiawan ZS Borong Juara Cipta Cerpen dan Puisi Nasional

Maman S. Mahayana, ketua Yayasan Hari Puisi dan juri cipta cerpen menjelaskan, lomba ini selain diikuti masyarakat umum juga sastrawan senior banyak yang turun.

“Sepertinya lomba ini bagi sastrawan senior sebagai ajang adu nyali,” katanya usai pengumuman dan penyerahan hadiah di Teater Kecil TIM Jakarta, kemarin (26/7) sore.

Sastrawan senior yang turut itu, tetapi ada pula belum beruntung. Disinggung nama sastrawan itu, kritikus sastra dari UI itu enggan menyebut dengan alasan tak etis.

Namun, ia mengaku senang saat membaca nama-nama sastrawan yang lolos sebagai 11 karya pemenang adalah tak asing di dunia sastra Indonesia.

Seperti, lanjutnya, Marhalim Zaini, Isbedy Stiawan ZS, Adri Darmadji Woko, Mashdar Zainal, Wayan Jengki Sunarta, Eddy Pranata PNP, Alex R. Nainggolan, Dadang Ali Murtono.

“Artinya, ini juga sebagai indikasi lomba ini diminati dan mendapat tanggapan luar biasa,” imbuh dia dalam sambutan sebagai Ketua Yayasan Hari Puisi.

Lomba Cipta Cerpen dan Puisi digelar sekaligus rangkain Hari Puisi Indonesia 2019. Naskah yang masuk untuk puisi sebanyak 600-an, sedangkan cerpen sebanyak 235 karya. Pesertanya tersebar seluruh provinsi/daerah se Indonesia.

Lomba ini juga dibagi untuk pelajar se DKI, dengan hadiah senilai Rp6.800.000.

Ke-11 pemenang puisi dsn cerpen, masing-masing mendapatkan hadiah piagan dan uang pembinaan senilai Rp9.100.000.

Dewan juri lomba cipta cerpen adalah Maman S. Mahayana, Rida K. Liamsi, Ahmadun Yosi Herfanda. Sementara puisi digawangi Sutardji Calzoum Bachri, Abdul Hadi WM, Hasan Aspahani.

Terpisah, Isbedy Stiawan ZS asal Lampung dimana kedua karyanya yang dikirim lolos. “Alhamdulillah saya menyabet dua kategori, puisi dan cerpen,” ujarnya.

Diakuinya, ia tak meyangka kedua karyanya yang dikirim bisa lolos semua. “Tadinya saya hanya berharap pada puisi karena menurut saya inilah spesial saya. Tetapi ketika di Jakarta, setelah ngobrol dengan kawan sastrawan, banyak juga yang menjagokan cerpen,” ujar sastrawan yang dijuluki HB Jassin sebagai Paus Sastra Lampung ini.

Teman-teman, masih kata Isbedy, beralasam bahwa dari pemilihan judul cerpen setidaknya sudah menarik perhatian juri. “Itu belum masuk ke isi atau tema. Tapi kata lihat saja nanti,” nilai sastrawan Humam S. Chudori usai salat Jumat di Masjid Amir Hamzah.

Hal sama dikatakan Edy Pranata PNP. Ia memprediksi bahwa Isbedy memenangi dua kategori.

“Saya meyakini Isbedy juara di dua kategori,” kata Edy.

Di Lampung, sejumlah seniman, sastrawan, pemerhati memberi ucapan selamat bagi “pejuang sastra” ini. Tak kurang Bachtiar Basri yang selama ini mensuport kesastrawanan Isbedy memberi ucapan sukacita, lalu Syaiful Irba Tanpaka, Agusri Junaidi, politisi Yozi Rizal, Muchlas E. Bastari, Mas Padhik, termasuk media massa di daerah ini.

Berikut para pemenang untuk cerpen dan puisi.

11 Pemenang Cerpen Umum:

1. Kubur Kata, Dadang Ari Murtono
2. Pinjami Aku Mata, Indah Darmastuti
3. Cara Bodoh Menertawakan Tuhan, Nurillah Achmad
4. Ibu yang Lain, Dian Nangin
5. Secangkir Teh dan Surat dari Istana, Yuditeha
6. Seekor Kucing Tersesat di Bundaharan HI, Isbedy Stiawan ZS
7. Ziarah Soto Tangkar, Ruly R
8. Cerita tentang Bapak, Rudi Rustiadi
9. Jakarta, Mashdar Zainal
10. Fragmen Jakarta, Wayan Jengki Sunarta
11. Sepotong Sayap di Bulan Mei, Yoe Irawan

11 Pemenang Puisi Umum:

1. Aku Mencarimu di Jakarta, Marhalim Zaini
2. Di Kota Tua Jakarta, Sulaiman Jaya
3 Kota Rindu di Pundak Waktu Jakarta, Ruhan Wan
4. Belok Kiri Jalan Terus ke Kota Tua, Isbedy Stiawan ZS
5. Napak Tilas Ibu Kota, A’yat Khalilí
6. Septima Puisi Jakarta, Faris Al Faisal
7. Sebuah Lorong di Kota Tua, Alexander Robert Nainggolan
8. Merayakan Galungan di Jakarta, Wayan Jengki Sunara
9. Matahari Jakarta yang Selalu Menyala, Edy Pranata PNP
10. Muara Angke, Adri Darmadji Woko
11. Stasiun Sudirman, Ketut Sy. Abbas

Loading...