Beranda Politik Ini Harapan Presiden Jokowi Terkait Pilgup Lampung dan Pilbup Lampura-Tanggamus

Ini Harapan Presiden Jokowi Terkait Pilgup Lampung dan Pilbup Lampura-Tanggamus

212
BERBAGI
Presiden saat menyerahkan sertifikat di Gedung Olahraga (GOR) Wayhandak Jati, Kalianda, Lampung Selatan, Minggu (21/1/2018). Foto: Sekretariat Kabinet

TERASLAMPUNG.COM — Di sela-sela kunjungan kerjanya di Lampung untuk meresmikan Jalan Tol Trans Sumatera ruas Bakauheni – Terbanggi Besar, Minggu (21/1/2018), Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak di Lampung yang akan digelar akhir Juni 2018.

Tiga pilkada serentak di Lampung adalah Pilgub Lampung, Pilbup Lampung Utara, dan Pilbup Tanggamus.

Terkait pilkada serentak di Lampung, Presiden Jokowi mengimbau masyarakat untuk memilih pemimpin yang terbaik untuk menjadi pemimpin kabupaten maupun di provinsi.

“Jangan sampai karena beda pilihan, kita menjadi tidak rukun antar tetangga, tidak rukun antar kampung,” kata Presiden Jokowi saat menyerahkan 23.500 sertifikat tanah kepada masyarakat, di Gedung Olahraga (GOR) Wayhandak Jati, Kalianda, Lampung Selatan, Minggu (21/1) siang.

Kepada seluruh calon Bupati, Wakil Bupati, Gubernur, Wakil Gubernur, Presiden mempersilakan kampanye. Tapi ia minta agar menggunakan hal-hal yang tidak menyakiti.

“Jangan sampai saling menjelekkan, jangan saling mencemooh, jangan saling mencela, Silakan adu prestasi, adu rekam jejak, adu program, adu gagasan, adu rencana-rencana silakan, tapi jangan sampau memakai isu-isu ras, agama, jangan sampai,” tutur Presiden.

Kepala Negara mengingatkan, Lampung ini dari dulu adem tenteram, tidak ada masalah. Karena itu, ia meminta jangan sampai gara-gara ada Pilkada menjadi tidak rukun antar tetangga, antar kampung, antar kabupaten.

“Rugi besar kita semuanya kalau hal hal seperti itu kita lakukan, saya titip itu saja,” tegasnya.

Pada kesempatan itu Presiden Jokowi menyerahkan 3.500 sertifikat tanah melalui program Prona.

“Tolong setelah pegang sertifikat itu diberi plastik, sehingga kalau gentengnya bocor sertifikatnya tidak rusak. Yang kedua, difotokopi, sehingga kalau sertifikat asli rusak atau hilang mengurus yang aslinya mudah. Bawa ke kantor BPN, jangan lupa nanti sampai rumah nanti difotokopi,” pesan Presiden Jokowi.

Presiden juga mengingatkan, kalau sertifikat itu dipakai untuk anggunan ke bank, silakan. Tetapi Presiden berpesan dihitung betul, dikalkulasi, benar enggak nanti bisa dicicil setiap bulan.

“Kalau tidak jangan, hilang nanti sertifikat ini,” tuturnya.

TL/SK

Loading...